Yayoi Kusama Exhibition is Visiting Jakarta This Year

Setelah menyambangi Singapura dan Australia, pameran karya Yayoi Kusama bertajuk “Life is the Heart of a Rainbow” akan datang ke Jakarta untuk pertama kalinya.

 

Selama tujuh dekade, Yayoi Kusama dikenal sebagai seniman avant-garde dalam pop culture. Dengan ciri khas pola polkadot dan nets, buah labu, serta infinity rooms, karya seni Yayoi telah memesona sejumlah penikmat seni dunia.

 

HER EARLY YEARS

Yayoi Kusama lahir pada tahun 1929 di Jepang dari keluarga merchant yang berfokus pada tanaman. Ibunya kerap dilaporkan sebagai sosok yang abusive, dan menurut Yayoi, ayahnya adalah seorang womaniser. Sering kali ibunya memerintahkan Yayoi untuk memata-matai ayahnya yang sedang berselingkuh. Hal ini tentunya berdampak terhadap seksualitas sang seniman.

Dilansir Please Kill Me, Yayoi mengaku bahwa ia tidak menyukai seks, akan tetapi secara psikologis terobsesi dengannya. “Ketika saya masih kecil, ayah saya mempunyai banyak pacar dan saya menyaksikan hal itu. Saya tidak mau berhubungan seks dengan siapapun selama bertahun-tahun… kini obsesi seksual dan ketakutan terhadapnya duduk berdampingan dalam diri saya,” ujar Yayoi.

ART INFLUENCE

Ketika ia berusia 10 tahun, ia mulai mengalami berbagai halusinasi vivid, yang ia deskripsikan berupa kilatan cahaya, aura, atau lautan polkadot yang sangat padat. Halusinasi ini juga berwujud bunga-bunga yang berbicara padanya, serta pola pada fabrik yang ia tatap bergerak hidup, melipat gandakan diri, dan bahkan melahapnya – sebuah proses yang telah terbawa dalam karier artistiknya dan ia namakan ‘Self-Obliteration’.

Masa kecilnya sangat dipengaruhi oleh Perang Dunia II. Yayoi mengklaim bahwa pada periode ini ia mulai menjunjung kebebasan kreatif dan personalnya. Akibat dianggap aneh di kota kelahirannya, pada tahun 1958 Yayoi memutuskan untuk berangkat dan menetap di New York City, di mana untuk pertama kalinya ia diperkenalkan pada dunia seni global yang luas.

LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW

Pameran “Life is the Heart of a Rainbow” akan diselenggarakan di Museum MACAN, Jakarta. Layaknya kunjungannya di Singapura dan Australia, pameran ini dipastikan akan membawa lebih dari 130 koleksi karya sang seniman – termasuk yang sudah ada di Museum MACAN saat ini – mulai dari lukisan-lukisan awal di tahun 1950, instalasi dengan repetisi dan refleksi visual, hingga film perjalanan dan curahan kisah Yayoi Kusama.

Dilangsungkan pada Mei hingga September mendatang, pameran kali ini merupakan pemberhentian final dari perjalanan koleksi “Life is the Heart of a Rainbow”. Antusiasme masyarakat telah terlihat sejak diumumkannya berita ini oleh pihak museum, karena ini menjadi kesempatan terakhir bagi pengunjung regional serta global untuk dapat menikmati esensi karya-karya seni Yayoi Kusama secara langsung.

Yayoi Kusama: Life is the Heart of A Rainbow
12 Mei – 19 September 2018
Museum MACAN, Kebon Jeruk – Jakarta
www.museummacan.org