Ikuti Protokol Kesehatan, Konstruksi St. Regis Residences Jakarta Berlanjut

The progress of the luxury residence project.

 

The heart of Jakarta is on its way to be bejeweled by another luxury properties. The Residences at The St. Regis Jakarta belum lama ini mencapai tahap Grand Topping Off, yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan proses pembangunan yang masih terus berlanjut – tentunya dengan mematuhi ketentuan protokol kesehatan – The Residences at The St. Regis Jakarta akan menjulang setinggi lebih dari 60 lantai berisi 195 unit hunian eksklusif – yang separuhnya sudah terjual – serta ragam fasilitas dengan kualitas yang menyandang kemewahan nama St. Regis.

Jejak St. Regis sebagai luxury brand bermula pada tahun 1904 di Manhattan, New York, Amerika. Mengawali abad ke-20, hotel St. Regis pertama dibuka. Pendirinya ialah John Jacob Astor IV yang kala itu juga memegang setengah kepemilikan dari hotel ikonis New York lainnya, yakni Waldorf-Astoria (fyi: ia juga merupakan penumpang terkaya kapal Titanic). Dalam perjalanannya, hotel mewah yang didirikan anggota keluarga terpandang Astor itu menjadi tempat yang disinggahi dan dikunjungi oleh figur-figur legendaris dunia. Pelukis Salvador Dalí, aktris Marlene Dietrich, hingga ilmuwan Nikola Tesla adalah beberapa nama yang menyambangi hotel tersebut. Today the lavish identity of St. Regis has been spread, in the form of hotel or resort or residence, in many countries including Indonesia.

Menjadi properti St. Regis yang berdiri setelah St. Regis Bali Resort hadir sejak tahun 2008 silam, The Residences at The St. Regis Jakarta terletak dalam satu kawasan dimana hotel St. Regis Jakarta berada. Lokasi bangunan di pusat kota yang berdekatan dengan landmark Bundaran HI akan memudahkan penghuninya untuk bepergian ke berbagai area di ibukota. Anda bisa prediksi sendiri bagaimana nantinya nilai properti di area prestisius yang juga berdampingan dengan wilayah Menteng itu akan berkembang. Tersedia beberapa pilihan unit dengan lahan yang terbilang luas, mulai dari ukuran 357-373 meter persegi, 370 meter persegi, dan 1.251 meter persegi. Arsitekturnya didesain oleh firma ternama Gensler yang berkolaborasi dengan landscape designer Bill Bensley – ia juga merupakan nama di balik Capella Ubud. Untuk interior, The Residences at The St. Regis Jakarta mempercayakannya kepada G.A. Design.

Sebagai hunian semi-furnished, Anda memiliki kebebasan untuk berekpresi dalam mengisi dan menata isi unit. Untuk urusan ini, Anda bisa memanfaatkan layanan The Stylemaker dari Bika Living, partner The Residences at The St. Regis Jakarta. Bika Living merupakan sole distributor Baker Furniture, Saint-Louis (produsen kristal yang berada di bawah naungan grup Hermès), Missoni Home, dan Ralph Lauren Home Accessories di Indonesia. Melalui layanan dari interior brand yang hadir di Indonesia sejak tahun 1975 itu, Anda bisa mengkurasi isi unit lewat proses perencanaan hingga eksekusi yang mencakup perihal furnishing hingga lighting.

Melengkapi kenyamanan hadir bespoke services melalui butler yang menjadi karakter khas St. Regis. Mulai dari dining dan event planning, housekeeping, laundry & dry cleaning, hairdressing, spa treatment, botanical care, courier, dan layanan-layanan lainnya bisa Anda pesan sesuai kebutuhan. Fasilitas-fasilitas pendukung pun akan semakin memanjakan Anda dalam menghuni The Residences at The St. Regis Jakarta. Beberapa di antaranya adalah wine lounge, library lounge, lap pool, fitness studio, sauna room, kids playing area, multi-function room, sculpture garden, dan sebagainya. Semua ini ditunjang dengan cleaning dan maintenance yang optimal, serta berbagai kemudahan 24 jam, seperti security, concierge, hingga emergency repair.

Dengan dilakukannya prosesi Grand Topping Off yang menandai 100% selesainya struktur bangunan, persentase penyelesaian keseluruhan proyek konstruksi pun sudah di atas 70%. Kegiatan pembangunan yang kembali dilanjutkan sejak Juli 2020 tersebut dilakukan seturut panduan kesehatan, seperti pengecekan suhu dan rapid test reguler pekerja, pengiriman makanan higienis, penggunaan masker, dan penerapan social distancing. “Meskipun tenaga kerja kami terbatas di angka 50% sesuai dengan peraturan kesehatan, namun dengan semangat dan pengalaman tim yang tinggi, kami yakin bahwa kami akan kembali ke jalur penyelesaian,” ucap Ferry Maruf, Presiden Direktur PT. Permadani Khatulistiwa Nusantara yang adalah joint venture dari Rajawali Property Group. Rajawali Property Grup merupakan pengembang real-estate dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan portfolio deretan proyek sukses seperti Four Seasons Jakarta, St. Regis Bali Resorts, St. Regis Langkawi, dan The Westin Langkawi.