Dior Bersama UNESCO Beri Edukasi Inklusivitas untuk Perempuan Muda

For a brighter future.

 

Pendidikan punya peran penting dalam membangun dan memperbaiki kehidupan. Dengan mengarahkan fokus pada pendidikan perempuan, Dior pada tahun 2017 meluncurkan Women@Dior. Di tengah krisis kesehatan global akibat pandemi Covid-19 dan bertepatan dengan World Youth Skills Day pada 15 Juli lalu, dukungan Dior akan female empowerment diperluas dengan bergabung bersama Global Education Coalition oleh UNESCO melalui program Women@Dior.

Inisiasi ini hadir dalam bentuk kesempatan program mentoring untuk 100 perempuan pelajar muda terpilih yang berasal dari Kenya, Nigeria, Ghana, Tanzania, Jamaika, Pakistan, Filipina hingga Sri Lanka. Keseratus peserta dari negara-negara tersebut akan mengikuti kurikulum Women@Dior selama 10 bulan yang difasilitasi oleh staf Dior sebagai mentornya. Fokusnya adalah pada topic inklusivitas. Selain mengikuti program edukasi online tersebut, para peserta juga ditantang untuk menciptakan sebuah proyek lokal dalam konteks pemberdayaan perempuan muda yang dinamai “Dream for Change”.

Mengenai kerjasama ini, Maria Grazia Chiuri berpendapat bahwa membantu perempuan muda untuk menumbuhkan kepercayaan diri melalui pendidikan merupakan hal esensial. Baginya, mereka adalah investasi sebagai figur penggerak masa depan. UNESCO merespon baik keterlibatan Dior. “By joining the Global Coalition with an initiative that empowers and carries promise for the future, the Dior couture house is sending a strong message of commitment and confidence, giving young women from disadvantaged backgrounds the chance to fulfill their dreams,” ucap Stefania Giannini, UNESCO Assistant Director-General for Education.