The End of Debenhams in Indonesia

Sebagai salah satu retail tertua di dunia, department store Debenhams mengakhiri operasi gerai-gerainya di Indonesia.

Menurut pengakuan Fetty Kwartati, Head of Corporate Communication PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) – PT yang menaunginya, hal ini disebabkan oleh menurunnya ketertarikan generasi milenial untuk berbelanja di department store, “Di berbagai belahan dunia, generasi milenial telah menjauh dari department store, dan mereka lebih memilih untuk belanja di toko-toko khusus. Tak terkecuali di Indonesia,” ujarnya.

Berasal dari Inggris, department store ini sudah berumur 239 tahun. MAP telah secara bertahap menutup gerai Debenhams di Supermall Karawaci, Tangerang, dan Kemang Village, Jakarta. Toko terakhir di Senayan City, Jakarta, akan ditutup akhir tahun ini. Kontras dengan apa yang terjadi di Indonesia, Oktober lalu, Debenhams justru membuka toko pertamanya di Australia. Gerai seluas 3.600 meter persegi telah dibuka di St. Lane Collin Mall, Melbourne.

Indonesia memang adalah salah satu negara dengan target pasar paling besar di dunia sekarang. Namun, bukan berarti runtuhnya pasar Debenhams di sini merupakan akhir dari perjalanan retail mancanegara ini. Beroperasi lebih dari dua abad membuatnya menjadi salah satu retail yang masih terus bertahan menghadapi disrupsi bisnis yang sedang terjadi. Pemasukan Debenhams tahun lalu masih ada di angka 2.342,7 juta dolar AS, dengan total 27.893 pegawai di dunia.

Namun, angka itu sedikit terguncang pada April lalu, ketika Debenhams menutup 10 gerai di negeri asalnya sendiri, Inggris.