Upcycled Materials in the Eccentric Maison Margiela Haute Couture Spring/Summer 2020

Linking bourgeoisie heritage code with sustainability problem of today.

 

Bukan John Galliano bila tak mampu menciptakan rancangan-rancangan artsitik yang menyeruakkan esensi seni dari fashion. Kulminasi hal tersebut tentu tertuang pada potongan-potangan busana haute couture dari label yang ia kepalai saat ini, yakni Maison Margiela. Untuk musim Spring/Summer 2020, koleksi Maison Margiela Artisanal menggali inspirasi dari masa kebangkitan bourgeoisie dan kapitalisme setelah Revolusi Industri abad ke-19. Inspirasi tersebut kemudian berlanjut pada investigasi terhadap warisan femonemena sosial itu pada masa kini yang ia sebut sebagai cyber-industrial revolution.

Creative director John Galliano identifies the nature of the bourgeois gesture and investigates the impact of heritage codes in the age of cyber-industrial revolution,” demikian penjelasan yang tertuang pada keterangan pers dari fashion show Maison Margiela Haute Couture Spring/Summer 2020. Tak berhenti sampai di situ, Galliano pun mengaitkan interpretasi heritage codes dari era bourgeoisie paska Revolusi Industri dengan kondisi problem sustainability dalam dunia mode akibat over produksi dan over konsumsi. Kesimpulan yang diambilnya adalah proses upcycling sebagaimana yang disebut dalam podcast-nya yang berjudul “The Memory of”.

Mewujudkan konsep koleksi haute couture kali ini, tim Galliano pergi ke toko-toko barang second-hand untuk berburu material yang bisa digunakan dalam pembuatan desain-desain. Haute couture pieces from second-hand material? John Galliano has proposes a discourse about the essence of luxury in the age of environmental problem.