“Unbearable Lightness”, Refleksi Artistik Lewat Medium Kertas

A paper paradox.

 

Apa yang sulit ditanggung kerap diasosiasikan dengan sesuatu yang berat. Akan tetapi, sebuah karya seni berjudul “House of Card” berupa tumpukan kertas kalkir menantang konsepsi tersebut. Kertas transparan yang biasa digunakan untuk mendesain ini sangat ringan namun tampilannya tampak berat. Apakah ringannya bobot tumpukan kertas itu membuatnya jadi mudah diangkat dan dipindah? Sebaliknya, “beban” yang tercipta untuk mengangkat atau memindahkan objek seni itu justru karena kondisi ringannya yang membuatnya riskan jatuh. Paradoks ini jadi salah satu poin Aurora Arrazi mengenai artwork yang ia ciptakan itu dan kini tengah dipamerkan di ROH Gallery.

Berjudul “Unbearable Lightness”, bukan hanya karya Aurora Arrazi yang dipamerkan di group exhibition yang berlangsung hingga 25 Februari tersebut. Ada belasan seniman dari berbagai negara yang terlibat dengan berbagai jenis karya seni yang semuanya terikat oleh benang merah penggunaan kertas sebagai medium dalam menginterpretasi konsep unbearable lightness. Tema pameran ini merujuk pada novel “The Unbearable Lightness of Being” karya Milan Kundera. Dalam novel yang terbit pada tahun 1984 itu, Kundera berkisah tentang tokoh-tokoh yang cerita hidupnya merefleksikan kontras antara heaviness dan lightness namun keduanya bersifat unbearable.

Hangatnya proses demokrasi akbar di Indonesia dalam kerangka pemaknaan unbearable lightness diangkat oleh Irfan Hendrian. Salah satu karyanya berdiri di tengah ruang eksibisi dalam rupa silinder seng cukup besar yang permukaannya ditempeli kliping berita Pemilu 2024 yang telah terbakar. Di ruang lain terdapat karya Chi Too asal Malaysia yang menampilkan pola-pola pada rentetan kertas sebagai representasi operasi matematika tambah, kali, bagi. Seniman-seniman lain yang turut ambil bagian pada pameran ini adalah Agung Kurniawan, Ayesha Sultana, Carmen Ceniga Prado, Davy Linggar, Eko Nugroho, Ipeh Nur, Jiieh G. Hur, Julian Abraham “Togar”, Luqi Lukman, Maria Taniguchi, Reina Sugihara, Syaiful Aulia Garibaldi, Tiffany Chung, dan Wolfgang Matuschek.

Eksibisi “Unbearable Lightness” dibuat atas kerja sama dengan galeri-galeri seni mancanegara. Termasuk di antaranya adalah The Back Room (Malaysia), Sullivan + Strumpf (Singapura/Australia), Silverlens (Filipina), Kiang Malingue (Hong Kong), Whistle (Korea Selatan), dan Crèvecœur (Prancis).