Paris Fashion Week SS20 Resee Part 1: Alexander McQueen, Hermès, Loewe

What we’ve seen from the Resee.

 

Dunia mode memang bagai tungku kreativitas yang tak pernah padam apinya. Selalu banyak hal menarik yang bisa dibagi seputar fashion. Mulai dari cara seorang creative director meneruskan legasi pendiri rumah mode, eksplorasi material khas sebuah fashion house, hingga imajinasi perancang yang bergerak menembus ruang dan waktu. Hal-hal itulah yang kami lihat langsung di sesi Resee dari Alexander McQueen, Hermès, dan Loewe pada Paris Fashion Week yang berlangsung beberapa waktu lalu. Simak pandangan kami tentang koleksi Spring/Summer 2020 dari ketiga brand tersebut.

 

Alexander McQueen Spring/Summer 2020
Suatu kebetulan yang unik bahwa tiap kami megunjungi sesi Resee dari Alexander McQueen, kami selalu dipandu oleh staf yang sama. Menelusuri sudut-sudut ruang presentasi, kami pun tenggelam dalam penjelasannya mengenai konsep dan detail koleksi sembari melihat potongan-potongan rancangan Alexander McQueen untuk musim mendatang. As usual, we were amazed with the way this British house manifests its technique in creating a collection.

The first thing that caught our eyes about the collection was the structured shoulder. It’s getting stronger. Secara umum, koleksi rancangan Sarah Burton ini memiliki karakter yang kuat. Hal ini menjadi menarik karena justru intensi sang creative director adalah “paring things down.” Artinya, Burton membuktikan skill yang ia miliki untuk tetap menghasilkan rancangan-rancangan yang menawan dan elaborate bahkan dengan cara tone down. Lebih dari itu, koleksi ini pun semakin mengukuhkan cara Burton dalam meneruskan legasi Lee Alexander McQueen melalui suara dan kacamatanya sendiri mengenai dark and mysterious beauty infused with romantic fantasy.

Lebih dari sekadar busana-busana yang cantik dan kuat, koleksi yang dikerjakan bersama sebagian damask linen weavers yang tersisa di Irlandia Utara dan memanfaatkan tenik tradisional beetling ini merupakan platform bagi Burton untuk mengekspresikan value of team work yang melampaui urusan kerja itu sendiri. “I love the idea of people having the time to make things together, the time to meet and talk together, the time to reconnect with the world,” ucap Burton. Pandangan tersebut diwujudkan dalam proses pengerjaan sebuah dress bermotif dancing girl dimana seluruh pegawai Alexander McQueen terlibat (termasuk divisi HR dan security). Semuanya pun muncul di akhir fashion show untuk menuai tepuk tangan tetamu.

Hermès Spring/Summer 2020

Siapa dapat menyangkal bahwa produk-produk leather dari Hermès tercipta dengan kualitas extraordinary? Ini yang kembali muncul di benak kami saat mengunjungi lagi sesi Resee Hermès. Untuk koleksi ini, bukan hanya aksesoris yang menjadi wujud garapan terhadap bahan kulit. Material itu juga menjadi porsi signifikan pada rangkaian ready-to-wear Spring/Summer 2020. Dalam warna-warna yang earthy seperti coklat, beige, krem, putih, dan hitam, bahan kulit didesain menjadi pakaian-pakaian berdesain simple bersiluet minimalis namun memancarkan karakter perempuan Hermès yang polished dan subtle. Rumah mode asal Prancis yang kini berada di bawah arahan kreatif Nadège Vanhee-Cybulski ini secara optimal memadukan aspek fungsionalitas, kenyamanan, dan kemewahan secara proporsional.

Loewe Spring/Summer 2020

Keanggunan seorang patrician mendasari rangkaian busana dari Loewe yang didesain oleh Jonathan Anderson. Feminitas dan kemewahan nan regal menjadi kata-kata utama pada koleksi ini. Salah satu contoh perwujudannya adalah pannier yang terbuat dari ragam material. Untuk aksesoris pada koleksi ini, Loewe memperkenalkan Balloon bag berdesain sculpted drawstring bucket yang tersedia dalam tiga ukuran. Selain itu, ada pula kreasi minaudière yang dibuat dari bentuk dasar Heel pouch. Produk ini memiliki elemen dekoratif seperti fringed tassels dan crystal hibiscus brooch.