The vibrant epicenter of fashion.
Posisi Paris sebagai ibu kota mode terus mengkristal lewat buah-buah kreatifitas yang muncul di dalamnya. Gelaran pekan mode Paris untuk musim gugur dan dingin tahun ini semakin mengkuhkan predikat tersebut. Its creative light shone so bright. Berbagai rumah mode di kalendar kali ini penuh dengan luapan eksplorasi imajinasi sartorial.
Untuk Nicolas Ghesquière, rangkaian busana yang diperagakan memiliki makna tersendiri. Momen show koleksi tersebut menjadi penanda satu dekadenya berkarya untuk untuk Louis Vuitton. He celebrated it glamorously through the designs. Mengambil inspirasi dari North Star yang sejak dulu menjadi panduan para pengelana, pieces bernuansa glam yang disuguhkan sang Creative Director hadir dengan struktur-struktur tak konvesional. Sebagiannya tampak seperti reinterpretasi Elizabethan fashion dalam napas sporty dan futuristik khas Ghesquière.

Di kala karya-karya Louis Vuitton tercipta dari semangat retrospektif Ghesquière, rancangan-rancangan Balenciaga adalah ekspresi refleksi Demna Gvasalia tentang konsep luxury. Merujuk pada rarity sebagai unsur definitif dari luxury, ia melihat bahwa kreatifitas telah menjadi kemewahan pada saat ini. Hasil perenungan itu mewujud pada karya-karya yang eksperimental di mana terjadi cross-composition pada masing-masing kreasi. Contohnya rupa celana dan tas ransel yang diadaptasi menjadi tops nan unik.
Pemikiran serupa juga mengisi kepala Jonathan Anderson. He asked, “Does it make sense to talk about provenance and even class, in this moment?” Secara eksplisit dan bangga ia menyatakan bahwa koleksi kali ini adalah “the most craft-intense collections” dari Loewe namun tanpa ingin terlihat showing off karena seperti diutarakannya, “class signifiers and aristocratic cues are irrelevant, instead what matters is shape, cut, texture.” Oleh karenanya ia membuat kerah coat dari wood carving yang tak mencolok, atau caviar beading nan kompleks namun terlihat natural. Anderson menyukai konsep bold subtlety. However for us, the cuttings and shapes presented are just loudly great.

Bila Anderson ingin meredam efek dari kekayaan kreatifitasnya, Seán McGirr secara intensional mengungkap animal spirit yang ada dalam diri manusia. Layaknya animal kingdom yang penuh dengan ragam bentuk menarik, deretan busana Alexander McQueen pun tampil ekspresif. Coat dengan exaggerated padded collar berbahan shearling atau viscose leopard jacquard dijahit menjadi single sleeve draped dress mengingatkan pikiran akan spesies-spesies menawan yang hidup di alam.
Sensualitas menjadi olahan dari beberapa rumah mode, namun dalam interpretasi yang berbeda-beda. Kerja Anthony Vaccarello secara intensif diarahkan ke seputar inspirasi naked dress karya Jean Louis yang dikenakan Marilyn Monroe pada tahun 1962. Provocative menjadi jiwa utamanya. Pendekatan berbeda diterapkan rumah mode Givenchy dalam meramu koleksi berbasis ide tentang seduction. Mendampingi konsep tersebut adalah sisi subtlety dan elegance sehingga kreasi-kreasi yang ditawarkan membalut sensual feel dengan kerangka desain bernuansa lebih formal dengan tekstur material sebagai kekuatannya. Pada koleksi Pierpaolo Piccioli untuk Valentino, baik yang provocative maupun seductive dapat ditemukan dalam balutan craftsmanship berpalet hitam.

Approach yang lebih praktikal bisa dilihat pada rangkaian yang ditawarkan Chanel, Dior, dan Hermès. Virginie Viard membawa pengguna Chanel ke Deauville yang merupakan tempat penting bagi perjalanan kreatif seorang Coco. Palet pastel seperti pink, mauve, dan pale blue cukup mendominasi koleksi berisi desain-desain khas maison ini. Nuansa feminin dan slow living begitu terasa pada karya-karya itu. Maria Grazia Chiuri pun mengajak pecinta Dior untuk kembali ke era transisi dari rumah mode Christian. Tepatnya di tahun 1967 yang menandai peluncuran “Miss Dior”, yakni lini ready-to-wear pertama brand tersebut. Revisited vintage style pada koleksi ini diinjeksi dengan semangat independensi perempuan. Energi maskulin meradiasi dari diri perempuan Hermès. Nadège Vanhee-Cybulski bercerita tentang horse rider yang juga merupakan biker. As always, it’s the pristine range by Hermès.