Omakafe, Suguhan Fine Coffee ala Omakase

By World Barista Champion Mikael Jasin.

 

Bagi Mikael Jasin, kopi bukan sekadar komoditas. Ia adalah cerminan budaya, sehingga layak dirayakan dalam medium yang tepat. Latar belakang inilah yang melahirkan Omakafe, sebuah fine beverage bar yang menyuguhkan seasonal curated menu dengan kopi sebagai bahan utama. Penyajiannya terinspirasi dari tradisi omakase Jepang, di mana pilihan sajian diserahkan sepenuhnya kepada sang peracik – dalam case ini adalah Mikael Jasin, sang World Barista Champion 2024.

The Editors Club berkesempatan merasakan pengalaman coffee tasting eksklusif di Omakafe. Sesinya bersifat limited, dibalut dalam konsep open bar yang santai, di mana para tamu diajak berinteraksi langsung dan mendapat penjelasan dari coffee expert. Mikael turut memaparkan visinya untuk mengangkat pengalaman menikmati kopi melalui eksplorasi rasa yang berakar pada tradisi lokal, namun disajikan dalam sentuhan modern dan melalui supply chain yang ethical.

Sebelum sajian pertama, tamu diberikan air demineralisasi untuk menetralisir palet. Perjalanan rasa dimulai dengan minuman berbahan dasar jahe, rempah yang akrab dalam khasanah kuliner Nusantara. Hidangan pembuka adalah kopi hangat beraroma jahe, terinspirasi dari bandrek. Disajikan dalam gelas margarita, lengkap dengan krim lembut dan taburan bubuk kakao, minuman ini hadir manis, creamy, namun tetap menyuguhkan kekuatan rasa kopi yang tegas.

Urutan kedua, espresso dipadukan dengan krim fermentasi singkong, stout shrub (sejenis sirup vinegar yang khas) dan passionfruit kefir. Menu ini terinspirasi dari tape singkong, disajikan dingin dalam gelas Negroni. Citarasanya mengingatkan pada cocktail manis, dengan sensasi fruity yang segar. Di Omakafe, biji kopi yang diolah dipanen dari luar negeri untuk menghadirkan varian rasa yang kaya.

Final menu menghadirkan ceremonial grade matcha yang dipresentasikan menggunakan matcha chawan dan dipadukan dengan pandan serta jahe, terinspirasi dari minuman wedang tradisional. Susu dalam minuman ini difermentasi selama tiga hari untuk mencapai tingkat acidity yang tepat.

Demi mewujudkan visi besarnya tadi, Omakafe turut berpartisipasi pada perhelatan World of Coffee yang telah berlangsung di Jakarta. Spirit yang diusung adalah Bhinneka Tunggal Ika atau Unity in Diversity dengan storytelling yang mengangkat inspirasi kopi tradisional seperti kopi Jos hingga brew coffee dari Toraja.