Mercedes-Benz Embraces Local Women on Kartini Day with “She’s Mercedes”

Menyambut Hari Kartini, Mercedes-Benz kembali menggarap sebuah acara kontinual bertajuk “She’s Mercedes”.

Jakarta, 25 April 2018 — Di Indonesia, Hari Kartini jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya. Tanggal yang merupakan hari kelahiran Raden Adjeng Kartini tersebut dirayakan untuk mengapresiasi sosok-sosok perempuan yang berjuang untuk memajukan emansipasi kesetaraan.

Sehubungan dengan ini, Mercedes-Benz menggelar “She’s Mercedes” untuk kesekian kalinya bersama TEC. Dalam acara yang digelar di Nusa Gastronomy, Kemang, hadir Renitasari Adrian dan Mira Hoeng sebagai narasumber, mewakili perempuan-perempuan pejuang budaya dan kesenjangan sosial.

Renitasari telah memegang jabatan sebagai Program Director di Bakti Budaya Djarum Foundation selama bertahun-tahun. Ia juga memegang andil besar dalam mengembangkan Galeri Indonesia Kaya sebagai ruang edutainment kultural pertama di Indonesia yang mengedepankan aspek digital dan teknologi multimedia, serta didedikasikan untuk seniman dan performer lokal Indonesia. Dalam talkshowShe’s Mercedes” yang dipandu oleh Izabel Jahja hari itu, Renitasari membagikan cerita tentang keterlibatan perannya dalam mempertahankan dan menyuarakan budaya Indonesia. Ia juga menceritakan soal masalah terbesar yang kerap ia temui dalam melestarikan budaya, serta solusi yang dapat dilakukan untuk terus mendukung budaya Indonesia yang sangat kaya.

Sedangkan Mira Hoeng memiliki cerita berbeda. Ia lulus dari sebuah universitas di Singapura dengan memegang gelar sarjana desain tekstil dan memulai kariernya di Walt Disney Company sebagai Assistant Product Development Manager. Dalam perjalanannya bersama Walt Disney Company, ia sering terlibat dalam aksi sosial di mana ia membantu anak-anak yang kurang beruntung. Terinspirasi dari hal ini, Mira akhirnya meninggalkan pekerjaannya untuk sepenuhnya fokus menjalankan passion yang ia miliki, yakni desain tekstil. Melalui brand yang ia bangun, MIWA, ia ingin menyebarkan kebahagiaan dengan sesama. Kini, Mira menjalankan program untuk berbagi melalui workshops, seperti tote bag painting dalam Lembaga Pemasyarakatan, shobori, dan batik tulis untuk program empowerment bagi perempuan di daerah terpencil.

Terlihat hadir dalam undangan, Hannah Al Rashid, Didiet Maulana, Dina Latief, dan serentet nama-nama lainnya. Antusiasme ditunjukkan ketika acara memasuki sesi Q&A, di mana beberapa tamu yang hadir menunjukkan rasa penasaran mereka mengenai topik yang diangkat dan melontarkan pertanyaan kritis tentang isu-isu yang terjadi sehubungan dengan topik “She’s Mercedes” hari itu.

Program “She’s Mercedes” telah dijalankan di seluruh dunia selama bertahun-tahun. Bertha Benz, yang merupakan istri dari Karl Benz, mencetuskan ide ini karena baginya setiap kesuksesan mempunyai cerita yang unik, tetapi berambisi untuk menaklukkan suatu bidang merupakan sifat yang dimiliki setiap perempuan. Didasari ide ini, Bertha percaya bahwa kesuksesan dapat sepenuhnya diraih melalui diskusi untuk mencapai prestasi profesional. Dengan gagasan tersebut “She’s Mercedes” telah berhasil menginspirasi banyak tokoh perempuan dan laki-laki global dalam perjalanan profesional maupun personalnya.