Louis Vuitton Spring/Summer 2020, Looking Back to The Belle Époque

Inspired by the Golden Age of Europe.

 

For whatever reasons that Louis Vuitton show was placed to close the Big 4 Fashion Week marathon, counting days and hours patiently and excitingly for attending the event was worth it. Jam-jam terakhir Paris Fashion Week masih dibayangi oleh hujan. Luckily, it stopped right when we’re about to enter the venue. Ketika tiba di tempat duduk, kami menyadari sesuatu yang berbeda dari biasanya. Set panggung kali ini terlihat sangat minimalis. Kami pun mempertanyakan apa yang sesungguhnya ingin diungkap oleh Nicolas Ghesquiere dalam show ini.

Pertunjukan koleksi Spring/Summer 2020 dimulai dan kami dibuat merinding dengan kuatnya konsep show LV ini yang terwujud dalam tata ruang super simple. Kata “inclusiveness” sontak muncul di kepala saat wajah musisi transgender asal Skotlandia, Sophie, muncul di layar sebagai latar. Ukuran screen yang gigantic semakin mengamplifikasi intensitas surrealistic feel dari klip musik Sophie untuk show ini. Saat lagu dimulai, para model pun berlenggok membawakan koleksi LV untuk musim semi dan musim panas mendatang.

Rancangan-rancangan rumah mode asal Paris ini meradiasi karakter yang kuat. Bahwa koleksi ini disuguhkan dengan iringan lagu berjudul ‘It’s Okay to Cry’, show ini tampak menjadi perombakan cara pandang terhadap emosi dan ekspresi kesedihan; yakni bahwa merasa sedih dan meluapkannya bukanlah satu wujud kekurangan, melainkan sebuah hal alamiah yang bahkan bisa membawa kekuatan baru untuk menghadapi masa depan.

Perihal rujukan inspirasi desain, Ghesquiere mengolah spirit Belle Époque – sebuah era di akhir abad 19 hingga awal abad 20 dimana Prancis dan negara-negara Eropa pada umumnya berada dalam masa keemasan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan kebudayaan. Cita rasa gaya dandyism, romantisme genre seni Art Nouveau yang ada pada masa itu termanifestasi dalam rangkaian busana LV Spring/Summer 2020. Contohnya adalah skema buoyant suites, permainan puff sleeves hingga ruffles.

Satu catatan lain yang tak boleh terlewatkan mengenai show yang juga tayang secara live streaming di website kami ini adalah penggunaan material kayu untuk keperluan show yang bersumber dari hutan tersertifikasi. Setelah peragaan busana selesai, material kayu tersebut akan didonasikan agar dapat digunakan kembali. Hal ini dilakukan atas kerjasama dengan ArtStock yang memiliki misi untuk melakukan recycle dan upcycle elemen-elemen produksi artistik guna mendukung terciptanya lingkungan yang sustainable. How proud we are to witness Louis Vuitton show.