Langkah Longchamp Menuju Sustainability yang Menyeluruh

From product materials to factory operation.

 

Since 1948, my grandfather, my father and today all our teams always have been concerned about making things right and using the right amount of supplies to manufacture our products. I like to take the image of a cooking Chef in his kitchen. The Chef wants to use all the ingredients he has in front of him and does not want to waste. At Longchamp, this is the same. All our teams have been used and trained to avoid waste. I think this is the first step towards sustainability.” Demikian yang dikisahkan President Longchamp, Jean Cassegrain, kepada The Editors Club melalui korespondensi tertulis terkait isu sustainability.

Apa yang dinyatakan oleh peraih gelar Knight of the National Order de la Légion d’Honneur ini mengenai efisiensi material dapat terlihat dari desain tas ikonis Le Pliage yang simple juga level durabilitasnya. Simplicity dan durability tas tersebut pada prinsipnya mendukung penggunaan bahan secara efisien dan tidak excessive. Layanan reparasi yang tersedia bagi Le Pliage pun memperkuat hal itu. “When something is broken, we fix it and we make the bag new again. More than 60.000 bags are repaired every year. This is the best way for us to show our attachment to long-lasting products. We care, we repair,” ungkap sang penerus Philippe Cassegrain yang menutup usia pada akhir tahun lalu.

Melangkah lebih jauh, sustainability aspect dari keluarga produk Pliage semakin nyata dengan penggunaan recycled polyester canvas (setara daur ulang 8, 10, 16, atau 24 botol plastik, bergantung ukuran tas) pada My Pliage Signature sejak tahun 2019.  Kini pada tahun 2021, foldable bag yang perdana diperkenalkan tahun 1993 tesebut hadir dengan material recycled nylon dalam naungan Le Pliage Green. Tak perlu khawatir soal karakteristik dan ketahanannya. Tas Le Pliage Green memiliki tingkat durabilitas tinggi, waterproof, serta washable, dan dengan feel yang juga sama dengan versi originalnya. Layanan reparasi juga tersedia untuk tas ini.

Tak hanya body tas, komponen-komponen lain dari Le Pliage Green, seperti leather, straps, hardware – bahkan hingga ke packaging-nya – juga tercipta atas pertimbangan lingkungan sehingga pembuatan sebuah tas Le Pliage Green menghasilkan emisi CO2 yang 6 kali lebih rendah dari produksi sepotong produk jeans. Koleksi tas ini sudah meluncur secara global pada 20 Juli lalu.

A Comprehensive Approach
Le Pliage Gree and My Pliage Signature are not the only Longchamp products made of alternative materials. Pada tahun 2020, lini Green District hadir dengan material ECONYL-certified recycled polyamide (nylon) Canvas. Kabar baik mengenai hal tersebut ialah bahwa konsumen pun merespon positif produk-produk berbahan daur ulang itu. Seperti dipaparkan Longchamp, My Pliage Signature dan lini Green District merupakan sebuah kesuksesan. Fashion house yang berdiri sejak tahun 1948 ini menyadari bahwa konsumennya – terutama dari generasi muda – mulai menaruh perhatian serius soal dampak lingkungan dari sebuah produk sehingga menyuguhkan sesuatu yang lebih eco-friendly merupakan langkah natural untuk ditempuh.

Dengan cukup ambisius, Longchamp menargetkan untuk menggunakan recycled canvas bagi seluruh produk Le Pliage pada akhir tahun 2022 dan bagi keseluruhan produk berbahan canvas pada akhir tahun 2023. Le Pliage menjadi permulaan dari evolusi yang lebih menyeluruh dari Longchamp untuk menjadi semakin ramah terhadap lingkungan. Pihak Longchamp menyatakan bahwa kategori-kategori produk lain mungkin akan mendapat gilirannya di musim-musim mendatang. Bagi Parisian brand ini, yang penting untuk diperhatikan bukan hanya soal aspek sustainability dari sebuah material alternatif tapi juga kualitas dari alternatif tersebut. Riset dan penegembangan terus dilakukan. Hingga kini bahkan tim Longchamp tengah berupaya untuk mencari solusi-solusi daur ulang baru yang melampaui polyester dan polyamide.

Tim Research & Development internal Longchamp secara konstan dari tahun ke tahun mengeksplorasi berbagai opportunities untuk mencari solusi-solusi baru. Melalui hal itu pula lah, experience mereka semakin bertambah. Tim ini pun bekerjasama dengan berbagai start-ups untuk mendapat ide-ide baru. Salah satu buah dari skema kerja ini ialah teknik printing khusus tanpa membutuhkan air yang diterapkan bagi produk-produk My Pliage Signature. Selain material canvas, leather pun tak luput dari perhatian. Leather yang digunakan Longchamp merupakan by-product yang tak terpisahkan dari proses industri makanan (tidak hanya untuk leather sendiri) dan diaudit oleh Leather Working Group (LWG) dalam hal traceability, chemical control, energy consumption dan waste management. Lebih dari 80% leather yang digunakan Longchamp saat ini bersertifikasi LWG dan akan menjadi 100% pada tahun 2023.

Material produk hanyalah satu sisi dari skema sustainable business yang menyuluruh. Menyadari hal ini, langkah penerapan asas sustainability Longchamp juga ditujukan pada proses manufaktur dan elemen-elemen operasional lainnya. Workshops ditata ulang untuk mengurangi sampah maupun konsumsi energi. Contohnya dengan penggunaan LED lighting dan sistem insulasi inovatif. Sampah-sampah plastik didaur ulang. Kemasan produk pun dibuat dari bahan daur ulang dan memprioritaskan penggunaan kertas dari sustainably managed forests yang tersertifikasi. Pertimbangan lingkungan juga menjadi perhatian saat membangun atau merenovasi butik-butik. Belum lama ini, Longchamp menjalin kerjasama dengan perusahaan transportasi Neoline yang menawarkan jasa transportasi maritim inovatif serta responsible terhadap lingkungan. Partnership ini memungkinkan brand tersebut mengurangi secara signifikan konsumsi bahan bakar dan emisi dari transatlantic shipping.

Untuk Cassegrain, paduan antara visi estetika produk yang simple bersentuhan Parisian dan konsiderasi akan lingkungan menjadikan Longchamp semakin relevan dengan kebutuhan masa kini. “This is our vision of fashion, to create beautiful products, unfailing companions that will give people confidence to achieve what they want in life. That is our sense of Fashion. Using recycled materials and bringing additional sustainability makes it even more relevant,” pungkasnya.