Proudly Indonesian.
Heritage akan selalu menjadi kosa kata dari hotel The Hermitage Jakarta. Dalam hal kuliner, hotel yang menempati gedung peninggalan era kolonial tersebut memiliki 1928 Restaurant yang kini tengah menyelenggarakan Chef Take Over Series dengan fokus mengangkat kekayaan kuliner Indonesia.
Bertema Reviving The Heritage: Reminiscing The Past, Embracing The Future, program ini membawa serta 4 chef tersohor. Chef pertama yang mengawali rangkaian acara ini adalah Chef Maxie Millian dari Apéritif Restaurant & Bar, Ubud, yakni pada 13-14 Mei 2022.
Mengikuti konsep program, Chef Maxie beserta chef lainnya mempersembahkan menu-menu warisan keluarga masing-masing. Contohnya adalah Octopus Woku yang terinspirasi dari resep keluarga ayahnya dan telah diturunkan selama tiga generasi di Manado.
Menu lainnya adalah Beef Cheek Gulai resep rahasia sang ibu mertua dari Sumatera Utara. Saat diiris, tekstur dagingnya firm namun begitu tender dan moist ketika dikunyah. It took 10 hours to braise the wagyu. Daging tersebut kemudian dipanaskan dengan saus gulai. Kehadiran quinoa bumbu kuning menjadi twist unik bagi suguhan bercita rasa tradisional ini. Crispy leaf melengkapi menu yang juga memanfaatkan bumbu merah tersebut.
Kepiawaian Chef Maxie dalam memberi nafas kontemporer pada khasanah kuliner Nusantara juga teruji pada menu Otoro Gohu. Bagian otoro dari tuna belly diinjeksi dengan rasa bumbu gohu dari Ternate. Elemen acidity dari tomat padu eksotik dengan kemangi sorbet dan aksen ginger torch atau kecombrang olahan kombucha. Presentasinya pun menawan dengan selaput bening dari citrus gel di atasnya.
Penutupnya adalah White Chocolate Mousse yang hadir extraordinary berkat kombinasi madu Flores dan chamomile. Ini adalah sebagian dari 7 menu yang dikreasikan Chef Maxie untuk program take over di 1928 Restaurant. Anda tak boleh melewatkan episode take over lain di restoran ini.
Ajang yang berlangsung selama satu bulan sekali ini hadir dengan jadwal Chef Petty Elliott yang berbasis di Inggris pada 10-11 Juni; pemilik serta chef restoran Mil’s Kitchen yang tersohor di Yogyakarta, Mili Hendratno, pada 22-23 Juli; dan diikuti oleh Executive Chef Desa Potato Head dan chef asli Bali, Wayan Kresna Yasa, pada bulan Agustus.