Dior Men’s Winter 2022, Romantisme Perbincangan Masa lalu dan Kini

Translating femininity into masculinity.

 

Judul koleksi Kim Jones untuk Dior Men’s Winter 2022 adalah “La Conversation”. Kali ini percakapan tersebut tampaknya merujuk kepada bagaimana daya kreatif sang creative director “berbincang” dengan arsip desain rumah mode Dior.

I wanted to look at the archive, at the purity of the beginnings of the house, at its original impulse. We looked at the initial collections and focused on the architecture, taking these elements and transforming them almost instinctively in a masculine way for today, always keeping the joie de vivre at the heart of Christian Dior’s clothing,” ucap Jones.

Joie de vivre. Ini adalah kata kuncinya. Ketika Monsieur Dior tampil ke panggung mode, koleksinya disebut membawa kebahagiaan setelah dunia dilanda perang. Kini Jones menginjeksi happiness spirit tersebut dalam konteks desain modern untuk laki-laki. Lebih dari itu, koleksi ini pun mengusung jiwa romantis Paris, seromantis pagi musim dingin di Pont Alexandre III yang menjadi backdrop dari show koleksi.

Romantisme ini mewujud pada interpretasi elemen-elemen feminin khas Dior yang ditransalsi ke dalam bentuk maskulin. It’s the inter-generational conversation of creativity that goes beyond the matter of timeline, but also the matter of gender context. Salah satu contoh paling captivating dari hal tersebut adalah sebuah coat dengan Cannage motif yang berasal dari tas Lady Dior.

Dalam koleksi ini, simbol-simbol personal dari Monsieur Dior juga tersebar di berbagai pieces. Mulai dari bintang, mawar, motif leopard, dan lily of the valley. Bersama dengan aspek-aspek haute couture French tailleur rumah mode ini yang bertemu dengan British masculine tailoring, terciptalah rancangan-rancangan nan elegan sekaligus romantic.

Konsep ini teraksentuasi melalui pemanfaatan timeless savoir-faire dari French ateliers berupa aplikasi archival embroideries dalam cara yang lebih relax. Pada beberapa pieces lain, unsur contemporary sportswear dikedepankan dalam pendekatan yang enexpectedly formal. Kombinasi effortless dari kesan formal maupun informal, maskulin dan feminin, masa lalu dan masa kini, elegan dan romantis menjadi rumusan dinamis dari wardrobe para Dior men di musim dingin.