Dior Haute Couture Fall/Winter 2019, Questioning Modernity of Fashion

Dior Haute Couture Fall/Winter 2019 asks, Are Clothes Modern?”.

 

Untuk tata ruang show Haute Couture Fall/Winter 2019 kali ini, Dior mengkreasikan sebuah skenografi fantastis melalui kolaborasi kreatif dengan seniman feminis Penny Slinger. 30 Avenue Montaigne, alamat kelahiran rumah mode ini, bertransformasi menjadi sebuah alam ajaib. ‘Pohon Kehidupan’ setinggi 15 meter berdiri di area tangga. Alchemy dari keempat elemen – api, air, tanah, dan udara – diinkorporasikan pada wallpaper hitam putih yang mengitari ruangan tersebut. Dunia surealistik tersebut dihuni oleh sekelompok feminine forces dalam balutan kreasi couture Dior.   

Perihal koleksi, Maria Grazia Chiuri membukanya dengan dress putih yang inspirasinya berasal dari caryatid. Caryatid adalah patung perempuan berbalut kain tunik yang terlihat seolah sedang menyokong bangunan, yang bisa dilihat pada beberapa kuil Yunani kuno. Pada white dress itu terdapat tulisan “Are Clothes Modern?” Kalimat tersebut erat kaitannya dengan sosok Bernard Rudofsky yang juga merupakan inspirasi Chiuri dalam mendesain koleksi ini. Paduan antara nuansa budaya lampau dan pertanyaan mendalam yang membuka show dalam bentuk gaun putih itu menjadi pemberi identitas bagi kreasi-kreasi yang hadir selanjutnya; dimana nafas masa lampau yang terpancar pada karya-karya dominan hitam itu menyulut kritisisme terhadap pemahaman modernitas pakaian.

Absolute elegance, surrealistic, and always with a strong thought, koleksi haute couture dari Dior kali ini benar-benar seperti sang caryatid – kaya detil dan dekoratif, sekaligus memiliki peran penting dalam menyokong suatu struktur.