Bicara Tentang Membangun Mimpi dengan Vice President Porsche

When you buy a Porsche, you are not just buying a car. 

 

Passion seseorang untuk dunia otomotif bisa menjadi bespoke experience dengan tangan andal para teknisi dan insinyur dari Porsche. “You dream it. We built it,” sebut sebuah halaman di website Porsche tentang program Sonderwunsch. Melalui Sonderwunsch, seseorang dapat menciptakan mobil impian dengan spesifikasi one-of-a-kind yang mengekspresikan aspirasi personal. 

Dalam sebuah event Porsche yang digelar di Singapura, kami sempat berbincang-bincang dengan Alexander Fabig, Vice President of Individualization and Classic at Porsche, tentang luxury cars, opsi individualisasi untuk Porsche, serta shared experience unik yang dibagikan oleh para kolektor Porsche. 

As our media is focusing on luxury lifestyle, I’d like to start this conversation by asking a simple question: Apa makna luxury, terutama luxury cars, bagi Anda?
You said it was a simple question! Hahaha (laughs). I mean luxury is, I think, having the freedom to be a creator, to be “not a consumer”. That’s how we look at it in terms of luxury in general. Tentu, “kemewahan” adalah untuk memenuhi keinginan diri sendiri; untuk memiliki kebebasan, kemampuan, dan kesempatan untuk hidup dengan cara yang kita inginkan. In the car business, I think real luxury is when you stop being a consumer and start being a creator, and that’s exactly what we want to establish. Sebuah undangan untuk menjadi bagian dari  kami, di mana seseorang memiliki tim sendiri untuk mobil impiannya. He has his personal designer, personal engineer, and with them, he develops his own car

Sebagai Vice President of Individualization and Classic di Porsche, apakah Anda dapat membagikan ke kita apa saja tugas-tugas Anda dan mengapa penting bagi Porsche untuk memiliki divisi atau departemen tersendiri untuk ini?
I really think it’s the kind of DNA of our brand. Dari awal, Ferry Porsche sendiri sudah mendorong ide untuk memenuhi mimpi-mimpi spesifik para pelanggan. Sonderwunsch – berarti special wish dalam Bahasa Jerman – perdana didokumentasikan di arsip Porsche pada tahun 1950-an dari seorang pelanggan Jerman. Ia meminta sebuah wiper untuk kaca belakang mobil 356 yang tidak tersedia di katalog, dan Ferry Porsche mengatakan, kita seharusnya membuatnya. And that’s how it all started. Kemudian di tahun 1970-an, Ferry Porsche sendiri mendirikan Sonderwunsch sebagai sebuah departemen untuk pertama kalinya. We try to continue what he gave us a mission to fulfil

Tentunya bagi kami, individualisasi merupakan topik penting dalam 76 tahun terakhir. Of course we continued to professionalise, and that’s why today I have the luck and pleasure to be responsible for various business units serving the desires of our customers through individualisation. Contohnya dengan technical accessories. Mungkin Anda pernah mendengar tentang roof tent yang kami tawarkan, karena ini berkaitan dengan individualisasi untuk menghabiskan waktu bersama Porsche dengan cara yang Anda sukai, not the way we might have think about it

In your perspective, bagaimana Anda mendeskripsikan atau seorang kolektor Porsche?
First of all, it’s a long-lasting business. The customers and collectors we are working with, they are in this love affair for decades, and it goes beyond cars. Semisal saya mengunjungi seorang kolektor, kebanyakan dari waktunya kami habiskan bukan dengan mobil, tetapi dengan bercerita. Bagaimana mereka bertemu seseorang dari organisasi Porsche, atau bagaimana mereka bisa bertemu pembalap atau kolektor lain dari segala penjuru dunia. Of course, the car is the one topic that connects us, but what really fuels the passion is all the bits and pieces around. Dalam waktu singkat, suasananya menjadi hangat karena Anda seperti berasal dari keluarga yang sama dengan nilai dan visi yang sama. So it’s really beyond cars

Apakah Anda merasakan perbedaan selera, contohnya dari Asia dan Amerika?
Saya rasa ada perbedaan dan diversity of tastes. Ada yang lebih outspoken, ada yang lebih pendiam. I wouldn’t directly link it to the culture or to the region, it’s more [of a] personal topic

Would you prefer Porsche to be called a luxury car or a sports car?
I would prefer to call it the most individual car.

Pertanyaan terakhir, bila Anda dapat mendeskripsikan Porsche sebagai sebuah brand dengan tiga kata, apakah mereka?
Love, self-expression, and passion.