Fly me to the moon (or at least closer to the outer space).
Jika Anda ingin pengalaman liburan berbeda, cobalah terbang jauh hingga Anda bisa melihat bulatnya bumi dari angkasa menggunakan near-space balloon. Ada beberapa penyedia jasa ini, salah satunya adalah startup asal Spanyol Halo Space yang menciptakan kapsul terbang Aurora. Nominal yang perlu dirogoh untuk meroket hingga 20 mil di atas bumi adalah adalah 150 ribu USD. Ingin langsung booking? Sepertinya Anda akan masuk ke daftar antrian karena trip perdananya di 2026 sudah direservasi untuk delapan orang.
Interior kapsul tersebut didesain oleh Frank Stephenson yang sebelumnya telah berpengalaman pada industri supercar seperti Ferrari, Maserati, dan McLaren. Di dalam Aurora, tempat duduk dibuat melingkar menghadap ke luar. Tepat dikelilingi oleh kursi-kursi itu ialah restroom berbentuk sirkular. Layout ini berbeda dengan kompetitor lain. Space Perspective mendesain seating setengah lingkaran dengan sebuah lounge. Zephalto memiliki individual enclosed spaces. Sementara World View merancang seating dalam sebuah kapsul angular. Kursi Aurora didesain nyaman dengan tetap mempertimbangkan aspek safety terkait berat maksimal yang aman untuk perjalanannya, yakni sebesar hampir 3,5 ton.
Halo Space menjanjikan pengalaman mengesankan dan tak terlupakan menggunakan Aurora. Durasinya bisa mencapaii seminggu yang bergantung pada dari mana penumpang akan terbang, entah itu Amerika Serikat, Spanyol, Arab Saudi, atau Australia. Sebelum meroket, tamu akan terlebih dahulu merasakan local experiences, seperti menginap di luxury camp dekat titik berangkat. Setelah tiba di koordinat angkasa, passengers akan menikmati “white sunrise” di tepi stratosphere di mana lekuk bulat bumi perlahan terlihat di latar gelapnya langit (if you are a flat-earther, we hope you have the chance to join this trip).
Tiap penumpang akan memiliki jendela sendiri dan Aurora akan berotasi secara perlahan sehingga pemandangan dapat dinikmati secara maksimal. Makanan untuk masing-masing penumpang akan dibuat secara custom order dan akan ditempatkan pada kompartemen di samping kursi. Meski area interiornya terbatas, penumpang dapat meninggalkan kursi untuk meregangkan kaki atau pergi ke toilet. Aurora dilengkapi sistem augmented reality untuk menampilkan data penerbangan yang tampak mengambang di luar jendela.
Pada akhir penerbangaan, balon helium akan dipotong dan nantinya didaur ulang. Selanjutnya parasut akan mengembang dan pilot mengemudikan Aurora kembali ke bumi dengan kecepatan 3 meter per detik dan mendarat di sebuah skid. Agar semakin aman, kursi akan berputar menghadap depan ataau belakang dan penumpang mengenakan four-point harnesses.