Bernadet Putri, Blooming in the Motherland

Selain nama-nama yang telah melejit di tanah internasional, dunia seni Nusantara juga diisi oleh seniman independen dengan beragam ciri khas. The Editors Club (TEC) berjumpa dengan Bernadet Putri, salah satu illustrator yang juga menekuni bidang textile design dan nail art.

Bernadet Putri gemar menggambar sejak ia berusia tiga tahun. Layaknya anak yang tumbuh di dekade ’90-an, Bernadet mulanya senang mencoret-coret tembok rumah dengan krayon. Sampai kedua orang tuanya memutuskan untuk mendaftarkan Bernadet les menggambar. Kegiatan ini pun berlangsung hingga sembilan tahun, sejak ia menduduki sekolah dasar.

Ketika kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), ia memutuskan untuk fokus ke jurusan Kriya Tekstil, dari sinilah perjalanannya sebagai textile designer dimulai. “Saya suka menggambar, dan saya juga suka dengan fashion dan culture,” ujar Bernadet pada kami. Kini, selain ilustrasi ia memiliki bisnis scarf yang ia desain sendiri.

Karya tangan Bernadet kerap kali berhubungan dengan hal-hal botanical, seperti bunga, olive, lebah, kupu-kupu, dan sebagainya. Namun, Bernadet juga memiliki mata yang sangat jeli untuk menghasilkan custom illustration, seperti yang ia lakukan ketika bergabung bersama TEC dalam salah satu acara kami. Ia dengan luwes menggambar wajah para tamu yang hadir satu per satu, dilengkapi dengan detail floral.

Saat kami tanya mengapa dirinya memilih untuk menggambar dengan tema botanical, Bernadet menjawab, “Saya dulu tidak pernah tertarik dengan tanaman-tanaman, bahkan bunga sekalipun. Lalu waktu itu saya dipercayakan membuat ilustrasi untuk wedding invitation, dari situ saya mulai banyak menggambar (dengan tema) botanical.”

Bernadet juga selalu memperhatikan detail pada setiap hasil tangannya. Karena itu, karyanya selalu terasa otentik. “Saya merasa tenang dan damai ketika menggambar (hal-hal) botanical, seperti mengobati penat sehari-hari. Karya-karya saya sekarang juga banyak mengandung elemen-elemen nature yang terinspirasi oleh kekayaan alam Indonesia,” akunya.

Dalam perjalanannya membangun karier sebagai independent artist, Bernadet juga pernah menghadapi tantangan di mana ia meragukan hasil karyanya sendiri. Menurutnya, itu merupakan hal yang wajar, namun ia menekankan bahwa di dunia seni setiap karakter pasti memiliki keunikan, hal itulah yang harus disadari. “Kuncinya adalah ‘love yourself first’.”

Sebagai seorang yang suka mempelajari hal baru dan menantang, Bernadet menerima tawaran temannya untuk bergabung dalam bisnis nail art. Meski awalnya ragu karena bidang ini berbeda dengan profesi dan jurusan yang ia ambil, ia akhirnya mampu menjalani profesi ini hingga sekarang. Baginya tantangan terbesar seorang nail artist adalah media menggambar yang sangat kecil, serta cat dan kuasnya yang juga lebih sulit dikendalikan dibanding dengan water colour dan oil painting.

Mengakhiri obrolan kami, Bernadet berpesan bahwa “Untuk menjadi seorang independent artist, hal yang paling penting adalah terus berkarya. Jangan menjadi orang lain dalam berkarya, jadilah diri sendiri. Kemudian kita juga harus pintar membaca kesempatan-kesempatan yang ada dan terbuka dengan kritik serta saran dari orang lain.”

Karya Bernadet Putri dapat dilihat di akun Instagramnya @bernadetputri dan ia dapat dijumpai di nail art boutique tempatnya bekerja, Jewel Beauty (@jewelbeautyofficial).