After More Than 400 Years, Indonesia Now Has “Its Own” Don Quixote

It is now available in Indonesian language.

 

Setelah lebih dari 400 tahun, Indonesia akhirnya memiliki terjemahan dari novel legendaris Don Quixote. Peluncurannya yang dilangsungkan di Komunitas Salihara pada Minggu 14 Juli 2019 diisi dengan kegiatan diskusi buku, pembacaan penggalan naskah, serta mini concert dari pianis terkemuka Nusantara, Ananda Sukarlan. Dibuka oleh Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, José María Matres Manso, acara ini menjadi momen apresiasi bagi karakter fiksi nan bersejarah tersebut.

Novel berjudul asli ‘El Ingenioso Hidalgo Don Quixote de La Mancha’ yang terbit pada tahun 1605 ini dikarang oleh Miguel de Cervantes. Ceritanya berpusat pada sosok hidalgo atau nobleman yang dikenal sebagai Don Quixote. Dikisahkan bahwa nama laki-laki paruh baya tersebut sesungguhnya adalah Alonso Quixano. Karena begitu gemarnya membaca dongeng-dongeng ksatria, ia amat percaya bahwa cerita-cerita itu sungguh benar adanya.

Termakan oleh imajinasi liarnya sendiri, Quixano memutuskan pada satu waktu bahwa dirinya merupakan ksatria yang hendak mengarungi petualangan. Namanya pun digantinya menjadi Don Quixote. Mengenakan baju zirah dan ditemani oleh tangan kanannya bernama Sancho Panza, Don Quixote bertualang ke berbagai tempat. Aksi-aksi mereka mengundang tawa yang mirisnya adalah tentang kenaasan dan kesialan kedua tokoh itu.

Mulai dari interpretasi Don Quixote sebagai komedi hingga tragedi, novel yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa ini dianggap sebagai pioner novel modern. Versi bahasa Indonesia dari buku tersebut diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia.