Zodiac 2.0, Dinner Multisensori yang Atraktif dari 71st Omakase

When culinary treat and entertainment collide between the stars.

 

Multi-course dining bertema “Zodiac” sebagai tawaran terbaru dari kreativitas 71st Omakase memang telah menjadi salah satu hype di berbagai platform media sosial. Bila Anda menginginkan sebuah foodie experience yang lebih dari sekadar aktivitas makan, dinner Zodiac ini adalah pilihan yang tepat. We can confirm that it’s an entertaining culinary attraction, with every element creatively themed around the 12 astrological signs. Most importantly, the food is truly palatable.

Terlepas dari atribut-atribut penunjang konsep zodiak – our favorite was the Aries, featuring a playful paper-flaming ritual that revealed a delicious hollandaise lamb-filled fried bun – patut diapresiasi bahwa beberapa menu inspirasi lokal yang tersaji dalam program ini mengambil pendekatan fine dining dengan tetap mempertahankan profil rasa autentik. Contohnya pada sesi Taurus, sebuah piring berisi balok kecil lontong dan singkong hadir dengan bumbu spicy yang rasa rempahnya jelas menunjukkan familiar taste dari wajah kuliner Nusantara. Hal tersebut menjadi padanan dari dry-aged wagyu asal Sumatra.

Penggunaan bahan-bahan lokal memang menjadi salah satu fitur dari menu-menu yang disuguhkan. Sebagiannya bahkan berasal dari rumah kaca yang berada di area restoran. Kami di ajak melihatnya langsung sebelum waktu bersantap dimulai. Chef sekaligus pemilik resto, Fariz Setyadarma Priady, menyebut bahwa ada staf khusus yang ditugaskan untuk merawat tetumbuhan di glass house tersebut. Satu bunga yang bisa ditemukan adalah bunga Torenia yang kuncup ungu cantiknya menghias acar belimbing wuluh nan segar sebagai teman pasta udang galah dan emulsi laksa di menu Scorpio.

Fariz punya kisah menarik di balik penciptaan dining destination ini. Ia menyematkan angka 71st dalam nama restoran sebagai referensi atas alamat tinggalnya di Queens, New York, saat dahulu kala bekerja di ranah perbankan. Pada masa itulah, ide memulai bisnis kuliner muncul. Restaurateur yang pernah menjalani profesi pencuci piring di The Big Apple itu mulai mengasah keterampilan kuliner di Sushi Nakazawa, resto berbintang Michelin yang menyajikan omakase oleh Chef Daisuke Nakazawa. Ia merupakan murid dari maestro sushi Jiro Ono yang dikenal lewat film dokumenter “Jiro Dreams of Sushi”. Menjalani pekerjaan banker dan chef sekaligus, Fariz pun mulai mengundang para rekan chef ke 71st Avenue untuk berkeksperimen dan merancang pengalaman bersantap yang berbeda.

Kini, perjuangan Fariz yang diisi oleh kerja keras dan olah kreativitas telah menuai buah manis. Eksperimen tiga bulan atas konsep dining Zodiac berlanjut mencapai setahun dan kini hadir dalam versi baru Zodiac 2.0. Tak mengherankan bila culinary program ini begitu populer karena elemen permainan partisipatif dan properti-properti pendukungnya membawa tamu ke dalam sebuah narasi imajinatif berpadu sensasi penikmatan rupa-rupa masakan. Di momen menu Libra misalnya, Anda akan diminta untuk bermain dengan keseimbangan timbangan untuk bisa memunculkan sebuah amuse bouche. Di bagian Sagitarius, tugas memanah harus bisa Anda selesaikan secara tepat sasaran agar lemari berisi sate kelinci terbuka (it’s paired with fried rice utilising traditional Balinese ‘base’ seasoning).

Memasuki babak dessert, sebuah kubah buih memesona yang merepresentasikan Aquarius diciptakan untuk melingkup kreasi berbahan utama pisang dengan uap putih. Enchanting! Pada part penutup, kami pulang dengan membawa sebuah gulungan kecil berisi pembacaan zodiak personal. Ini adalah hasil perhitungan tanggal lahir dalam sebuah kertas berisi formula matematis yang diberikan di awal. After indulging in horoscopic dishes aligned with the stars, it’s time to see what the celestial menu serves in harmony with our destiny.