Yang Istimewa Kala Berkuliner di Plataran Dharmawangsa

As you dine, the birds fly.

 

Semangkuk Shimeji Telur Asin, hidangan jamur Shimeji goreng berlumur telur asin, ternyata cukup untuk menemani obrol santai selama beberapa lama bersama teman. Tepungnya renyah dan komposisi rasa telur asinnya juga harmonis – alias level keasinannya tak membuat wajah meringis. Curry leaves yang menyertainya tak cuma memberi rona berbeda perihal warna tapi juga menjadi aksen rasa. Tanpa terasa, sore itu pun berlalu dengan ragam topik pembicaraan sembari dibuai teduhnya visual hijau dari tetumbuhan yang semakin menawan dengan lalu lalangnya merpati-merpati putih di udara. Terkadang mereka mendarat di lantai dekat kursi-kursi tetamu. It felt pretty picturesque at Plataran Dharmawangsa.

 

Rejoicing Java
Makan memang sejatinya adalah dorongan keperluan jasmani karena kerja tubuh butuh energi. Akan tetapi, tak kalah berguna untuk dipahami ialah bahwa aktivitas yang melibatkan reseptor rasa di lidah itu juga merupakan gerbang bagi jiwa mengalami revitalisasi. Menghayati bagaimana manis, asin, pedas, asam, juga pahit dirancang sedemikian rupa menjadi suatu delightful menu merupakan salah satu escape mechanism paling simple dari intensnya realita kehidupan sehari-hari penuh ragam aktivitas. Yet the fullest aesthetic experience of dining is never merely about the act of eating itself. Dine for the soul is a multi-sensory sensations. Di Plataran Dharmawangsa, tema utama bagi pengalaman yang disuguhkan adalah keindonesiaan, terkhusus ialah budaya Jawa.

Beranjak malam, restoran di bawah naungan grup Plataran yang didirikan pasangan Dewi dan Yozua Makes pada tahun 2009 itu pun bersolek cantik dengan lampu-lampu di berbagai area mengaksentuasi elemen arsitektural kekayuan ala Nusantara. Javanese heritage sebagai posisi sentral dari karakter Plataran Dharmawangsa terwujud salah satunya pada rumah Joglo yang dikonstruksi kayu-kayu berusia 150 tahun. Memandang dari meja dekat jendela, dapat terlihat area ruang beratap kaca yang indah memendarkan tata cahaya dengan open space berhias tanaman di sebelahnya. Paviliun Jawa berunsur kayu juga bisa dipandang dari sudut tersebut. Diiring lantunan gamelan tempo agak cepat, culinary experience bernafaskan atmosfer inspirasi kultur Jawa nan sumptuous kala itu diisi dengan 6 menu andalan dengan konsep selera Nusantara dalam interpretasi modern.

Bintang utamanya adalah Ayam Dharmawangsa berkomponen utama breaded chicken. Manis nan meresap ke empuknya daging berinteraksi playful dengan mencuatnya rasa masam dari bahan jeruk pomelo dan mangga. Dinamika tekstur yang mengimbangi lembut ayam tersebut terlayani oleh sifat crispy Dendeng Batokok. Baluran bumbu pedas cabai pada air dried beef ala Sumatera itu pun menjadi aspek clashing yang menggugah terhadap menu Ayam Dharmawangsa. Berperan pada sensasi crispy dari menu tersebut adalah tingkat ketipisannya. Sajian Udang Gandum semakin memperkaya rangkaian rasa melalui pernik taburan remahan oatmeal. Sapuan rasa dan aroma rempah lebih pekat didapat dari rendang ayam yang mendampingi menu Nasi Goreng Pelangi. Kreasi nasi goreng campuran tiga warna ini khusus diciptakan sebagai simbol pengharapan di masa pandemi.

Menyemarakkan keempat menu tersebut adalah Tumis Buncis Ayam dan Tahu Telor Asin. Masih ada banyak menu lain yang bisa Anda cicipi dari Plataran Dharmawangsa. Begitu pula dengan pilihan minumannya. Salah satu yang cukup unik untuk dicoba adalah Banyan Deck yang mengkombinasikan fresh orange, strawberry, pok choi, pineapple juice, dan madu. Jika ingin ditemani minuman hangat, coba Honey Milk Ginger Tea yang tersusun dari wedang jahe, madu, dan susu. Kunyit Asem juga bisa menjadi pilihan minuman tradisional lain yang melengkapi nuansa Jawa dari pengalaman bersantap di Plataran Dharmawangsa. Sesi penutup yang menegaskan tradisionalitas konsep restoran di Jakarta Selatan tersebut hadir melalui ragam deserts. Termasuk diantaranya adalah Tape Bakar yang cocok dipadankan degan Es Campur sebagai sentuhan akhir nan manis.

Plataran at Your Home
Tiap meja di Plataran Dharmawangsa diperlengkapi dengan sanitizer yang bisa diaplikasikan ke peranti makan jika para tamu ingin mendapat proteksi ekstra di tengah situasi pandemi seperti ini. Kondiserasi terhadap aspek kesehatan juga diimplementasikan dengan penyediaan tempat menyimpan masker untuk tiap tamu. Sedari awal memasuki restoran yang bisa difungsikan untuk acara pernikahan dan lainnya ini pun, tamu akan dicek suhu badannya. Demikian beberapa protokol kesehatan yang diterapkan ketika The Editors Club menyambangi restoran Plataran Dharmawangsa sebelum diberlakukannya kembali PSBB.

Kini dengan kembali dijalankannya pembatasan gerak di ruang publik, santap kuliner Plataran bisa Anda hadirkan di rumah melalui layanan Plataran at Your Home. Tercakup dalam Plataran at Your Home adalah Thoughtful Hampers yang dibungkus cantik. Hadir dengan kartu ucapan yang bisa dipersonalisasi, Anda dapat mengirimkan paket menu tersebut kepada orang-orang tersayang. Dengan porsi yang mengakomodasi 3-6 orang, hampers tersebut diisi oleh pilihan menu tradisional maupun internasional. Beberapa contohnya adalah Nasi Goreng Kecombrang, Gurame Telor Asin, Dendeng Batokok, lasagna, spaghetti, sirloin steak, dan lain sebagainya. Makanan-makanan tersebut tentunya diproses dengan standar higienitas yang tinggi.

Tersedia dari jam 11 pagi hingga 9 malam, Thoughtful Hampers ini bisa dipesan untuk wilayah Jakarta melalui nomor +62 813-9869-8769.