Victoria’s Secret Collaborates with Columbian Brand in Shapewear Collection

The comeback strategy from the lingerie giant.

 

Victoria’s Secret telah bekerjasama dengan Leonisa, sebuah intimates brand asal Kolombia, untuk sebuah lini shapewear baru. Koleksi tersebut telah dirilis melalui soft launching di website victoriassecret.com, dan mungkin akan tersedia di beberapa gerainya bila menerima respon baik dari pihak konsumen. 

Tampaknya strategi ekspansi kategori ini merupakan apa yang dibutuhkan brand tersebut untuk kembali bangkit. Sales di Victoria’s Secret menurun sejak 2017 ketika para konsumen mulai beralih ke merek-merek lain yang lebih mempromosikan inklusivitas dan kenyamanan. Because of that, a repositioning strategy is currently underway. Pada tahun sebelumnya, Victoria’s Secret telah menjalankan beberapa taktik untuk memenangkan kembali para pelanggannya. Beberapa diantaranya adalah kembali masuk ke kategori swimwear, menunjukkan inklusivitas dengan bekerjasama dengan model transgender dan plus-size, serta berkolaborasi dengan brand lainnya. Tetapi strategi-strategi tersebut terbukti kurang efektif. 

Sementara itu, industri shapewear sedang berkembang pesat. Spanx telah lama menjadi market share leader dari industri tersebut. Beberapa nama baru juga mulai muncul. Termasuk salah satunya adalah Skims Solutionswear dari Kim Kardashian. Selain itu, brand La Perla juga menunjukkan minat mereka untuk masuk ke kategori ini. Seperti dilansir dari situs WWD, Victoria’s Secret tetap merupakan global market share leader di industri intimates wear. Dengan 1.143 gerai di berbagai negara, namanya telah dikenal oleh para konsumen. Bila dieksekusi dengan tepat, lini shapewear dapat menjadi kendaraan bagi Victoria’s Secret untuk mengubah image secara keseluruhan dan kembali memenangkan hati masyarakat.