Valentino x Undercover Menswear, a Fusion of Beauty Concepts

An artsy street soul meets the delicacy of haute couture.

 

Masifnya dominasi street culture ke dalam kehidupan sehari-hari kaum muda berbagai lapisan mendorong terjadinya sebuah fenomena substansial dunia fashion. Jika pada realita mode masa lalu makna luxury bertolak belakang dengan street style, kini batasan keduanya tak lagi tegas bahkan melebur satu sama lain. Satu respon lazim yang diperlihatkan nama-nama besar di lansekap luxury fashion business adalah kolaborasi dengan high-street brand; and when it comes to Valentino, it happens as a conversation that fuses different kind of beauty concepts.

Pilihan Pierpaolo Piccioli untuk menciptakan percakapan antara the beauty of street soul dengan DNA of beauty dari Valentino yang kental berjiwa haute couture adalah Undercover milik Jun Takahashi. Alih-alih menjadi umumnya busana high-street masa kini yang mengekploitasi kesan Insta-coolness khas generasi selebgram, rancangan-rancangan menswear Valentino x Undercover Fall/Winter 2019 memiliki substantial character yang artsy.

Hal ini termanifestasi dalam gambar-gambar bernuansa pop-art seperti UFO hingga Beethoven di film ‘A Clockwork Orange’ yang tertuang pada desain-desain yang melibatkan unsur intarsia, embroidery, dan jacquard.  Bukan hanya dalam kreasi busana, yakni sweater, bomber jacket, maupun coat, pengunaan grafis Undercover juga dijumpai pada rupa-rupa tas. Selain itu, beberapa kreasi sneakers di koleksi ini dibubuhi dengan logo Undercover.

See Also:  Jacquemus Spring/Summer 2020, in the Midst of Lavender

Tak mengherankan bila estetika nan artistik semacam itu muncul dari high-street brand kelahiran tahun 1990 tersebut. Takahashi sang pendiri label mendapat pengaruh dari persona punk Vivienne Westwood dan desainer avant-garde Rei Kawakubo. Piccioli menilai Undercover dan Takahashi berhasil menginjeksi “puisi” dalam kreasi-kreasi keseharian. “Jun Takahashi has changed the philosophy of streetwear, elevating a genuinely concrete matter to a more conceptual and sophisticated level. Undercover is able to use poetry and delicacy even in the more common pieces of an everyday wardrobe,” ucap Creative Director Valentino tersebut.

See Also:  Is Luxury Flight Worth the Price?