Nurturing young minds.
Seiring perkembangan zaman, kesadaran akan pentingnya mental health semakin meningkat di masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah isu mengenai kaitan antara kesehatan mental dengan pengalaman tumbuh kembang seseorang sejak usia kanak-kanak. Cara ajar dan substansi pembelajaran yang diberikan untuk si kecil bukan lagi melulu tentang kemampuan akademis. Anak kini juga diarahkan untuk bisa memiliki progress dalam kematangan kejiwaan.
Peduli akan isu tersebut, Trehaus School Jakarta yang menekankan aspek karakter building pada anak menyelenggarakan sebuah diskusi panel berjudul “Nurturing Young Minds: Mental and Emotional Wellbeing in the Early Years.” Acara yang dipandu oleh Marissa Nasution ini menghadirkan Elaine Kim dan Sabrina Tan selaku preschool founder dan Psikolog Anak Anastasia Satriyo. Membangun kepercayaan diri dan empati pada anak dengan cara tepat menjadi beberapa hal yang dibahas pada diskusi tersebut, yang tentunya berkaitan dengan peran institusi pendidikan usia dini seperti Trehaus.
Dijelaskan oleh Psikolog Anastasia bahwa masa kanak-kanak usia dini sangat krusial untuk pengembangan kemampuan regulasi emosi, keterikatan yang aman, dan ketahanan. “Sangat penting bagi orang tua untuk memahami strategi pengasuhan yang spesifik sesuai usia, karena ini membantu membangun koneksi emosional yang sehat dan pengalaman emosional yang positif, yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan otak dan kesehatan mental anak,” ucapnya.
Di sinilah Trehaus menjalankan perannya untuk berkolaborasi bersama para orang tua dalam membangun profil mental yang sehat pada anak sejak dini. “We are committed to nurturing not just academic potential, but the emotional and mental well-being of each child. By cultivating resilience, emotional intelligence, and a strong sense of self, we empower children to become confident, compassionate individuals ready to face the complexities of the world,” ungkap Elaine Kim.
Berpusat di Singapura, Trehaus cabang Jakarta hadir di kawasan Sentral Senayan. Lembaga early childhood education ini memiliki kurikulum yang mengedepankan pembangunan karakter, future skills, serta curiosity. Hal-hal tersebut ditumbuhkan dan dikembangkan dalam diri anak murid melalui Trehaus Method, sebuah paedagogi berpendekatan child-centered yang termanifestasi dalam cara pembelajaran play-based dan project-based. Proyek dan permainan dalam pembelajaran di Trehaus terbagi menjadi 10 modul yang seru dan menyenangkan bagi anak usia 18 bulan hingga 7 tahun. Masing-masingnya ditujukan untuk mengenalkan anak pada aspek-aspek penting kehidupan.
Sebagai contoh, pada modul Little CEO, anak akan mendapatkan sense of leadership dan pengalaman membuat keputusan. Modul Little Engineer mendorong semangat penciptaan, sementara Little Creative menstimulasi imajinasi juga kreativitas. Kepekaan anak pada isu sosial ditumbuhkan melalui Little Philanthropist. Trehaus ditunjang oleh berbagai fasilitas baik untuk anak, maupun orang tua. Di Trehaus School Jakarta terdapat working space bagi para orang tua sehingga memungkinkan active parents untuk bisa tetap menangani urusan profesional sembari tetap dekat dengan anak.