The Most Iconic Bags of all Time

By Fajrin Sahaf

Terciptanya sebuah desain tas kelas dunia bukanlah semata-mata hanya karena sebuah keharusan demi mempertahankan nama brand tersebut. Inspirasi dan cerita yang terkandung di dalamnya membuat sebuah tas tidak hanya menjadi sebuah trend, namun juga bisa menjadi bagian dari sejarah mode dunia. Berikut ini telah terangkum tujuh tas paling iconic di dunia sepanjang masa.

 

Chanel Flap Bag

Diciptakan pada 1920-an oleh Coco Chanel, tas rancangannya itu belum mendapat respon yang cukup positif dari para kalangan pecinta fashion. Memasuki era ‘50-an barulah tas tersebut membuat debut pertamanya, yang sekarang kita kenal sebagai The Chanel Flap Bag. Pada awal 2000-an tas ini menjadi semakin terkenal dibawah naungan creative director Karl Lagerfeld. The Chanel Flap Bag merupakan salah satu tas iconic karena desainnya yang elegan, dan mempunyai nilai investasi yang bagus untuk para pecinta tas kelas dunia.

 

Lady Dior

Tas yang dirancang khusus oleh Christian Dior pada 1995 ini adalah sebuah permintaan khusus dari France’s First Lady pada kala itu, yakni Bernadette Chirac. Keinginan Chirac untuk memberikan sebuah tas untuk Lady Diana pada kunjungannya di Prancis inilah yang menjadi alasan utama Lady Dior tercipta. Mulai sejak itu, Lady Diana terlihat sering mengenakan tas tersebut pada beberapa kesempatan. Tas tersebut menjadi semakin populer pada saat Dior mengeluarkan versi yang lebih besar dan menamakan atas nama sang Lady sendiri. Tidak heran jika Lady Dior dijuluki sebagai salah satu tas yang iconic dan juga legendaris.

 

Gucci Dionysus

Alessandro makes Gucci great again”, Mungkin itu salah satu tanggapan yang tepat, karena setelah bergabungnya Alessandro Michele sebagai creative director pada awal 2015, Alessandro berhasil memberikan wajah baru untuk Gucci. Alessandro pertama kali menampilkan koleksi tasnya pada koleksi Fall/Winter 2015. Tas yang diberi nama Dionysus ini mempunyai arti mitologi Yunani; the God of agriculture, fertility, wine, life, pleasure and dance and of immortality. Desain tas Alessandro yang complex yet sophisticated mampu membuat Gucci berhasil menjadi brand yang mempunyai pengaruh besar sebagai ‘kiblat’ saat ini.

 

Louis Vuitton Speedy Bag

Pertama kali diciptakan pada 1930, LV Speedy menjadi tas pertama yang dibuat oleh Louis Vuitton sebagai tas harian yang ringan dan mampu menampung beberapa barang. Dibuat pertama kali dengan ukuran 30 cm, Audrey Hepburn secara khusus meminta LV untuk membuat tas tersebut dengan ukuran yang lebih kecil, yakni 25 cm pada 1965. Ukurannya yang proporsional dan cocok untuk semua jenis body type, membuat tas Speedy ini menjadi tas kesukaan Hepburn. Meski sudah lebih dari 80 tahun, tas LV Speedy ini tetap menjadi favorite para pecinta tas desainer, tidak heran jika tas ini dijuluki sebagai one of the most LV’s iconic handbags.

 

Hermes Kelly

Tas berbentuk trapesium ini sebenarnya mempunyai nama original Sac à dépêches. Namun, setelah paparazzi selalu mendapati Princess Grace Kelly menggunakan tas tersebut untuk menutupi perutnya yang sedang hamil muda setiap kali di foto, akhirnya terciptalah nama “The Kelly Bag”, yang pada saat itu menjadi julukan publik bagi tas buatan Robert Dumas, yang tak lain adalah menantu dari Hermès. Mulai saat itu, The Kelly Bag berhasil meningkatkan popularitas Hermès dan menjadi simbol status sosial bagi pemakainya.

 

Balenciaga Motorcycle City Bag

Sempat ditolak karena dinilai terlalu ringan, terlalu lembut, dan kurangnya tekstur pada tas tersebut, Nicolas Ghesquière bertekad untuk tetap menampilkan tas yang dinilai “kurang bagus” ini pada fashion show-nya hanya untuk sebagai hiasan para model saat mereka berjalan di panggung catwalk. Namun sangat tak terduga, model top dunia Kate Moss sangat menyukai tas rancangan Ghesquiere dan sering memakainya di berbagai kesempatan. Sejak saat itu, popularitas Balenciaga City Bag terus meningkat. Sudah lebih dari satu dekade terlewati dan sudah lebih dari 100 warna City Bag dirilis, tas ini menjadi salah satu tas tersukses dari Balenciaga.

 

Givenchy Antigona

Nama Antigona sendiri diambil dari pertunjukan opera tiga babak oleh komposer Italia ternama, Tommaso Traetta. Tas yang di rilis pada koleksi Fall/Winter 2011 ini langsung menarik perhatian publik karena bentuknya yang unik memberikan kesan sleek aesthetic dan sophisticated. Bentuknya yang mudah untuk dikenali, juga mudah untuk dipadu-padankan dengan berbagai macam outfit, menjadikan tas Antigona ini sangat digemari oleh para A-listers celebrity.

 

Prada Saffiano

Tas yang terbuat dari kulit Saffiano ini pertama kali diperkenalkan oleh Miuccia Prada pada tahun 2007, namun Mario Prada-lah yang pertama kali menemukan bahan kokoh Saffiano ini. Kulit Saffiano ini pertama kali dibuat di Italia, di salah satu penyamak kulit paling terkenal. Setelah dipatenkan oleh Mario Prada sebagai bahan lapisan kulit tas rancangannya, barulah ia mulai memproduksi tas tangan pertamanya. Tas yang kita kenal dengan sebutan “Prada Saffiano Tote Bag” ini ternyata mempunyai nama asli yakni “The Galleria Bag”. Meski sudah lebih dari satu dekade sejak kemunculannya, tas ini tetap menjadi pilihan bagi para pecinta tas desainer dunia.

 

Fendi Baguette

Sejak kemunculannya pada 1997, the Baguette bag ini langsung menjadi tas yang paling dicari oleh para pecinta tas desainer dunia. Lebih dari 100.000 buah tas ini terjual pada tahun pertamanya sejak diluncurkan pertama kali oleh Silvia Venturini Fendi. Thanks to the hit TV show Sex And The City yang membuat tas Baguette ini semakin terkenal dan menjadi the ultimate it-bag since then. Tas klasik Fendi Baguette ini menjadi salah satu timeless bags yang terbukti mempunyai nilai investasi yang cukup tinggi.

 

Céline Luggage

Celine Luggage Bag adalah salah satu karya Phoebe Philo yang paling populer. Diciptakan pada 2009, Phoebe berhasil membawa konsep baru untuk Celine ke arah modern fashion. Gaya urban-chic terlihat jelas pada tas berbentuk unik ini. Selain itu, tas ini juga memiliki tiga ukuran yang bisa menyesuaikan kebutuhan para pecinta tas desainer dunia.