The Colourful Contemplation of Pierre Bonnard

By Madelaine Angelina

Menjelang pameran Pierre Bonnard: The Colour of Memory di Tate Modern, mari mengenal lebih akrab sang ahli warna Impresionisme yang membentuk landskap seni abad ke-20.

Bonnard lahir pada tahun 1867 di Fontenay-aux-Roses, Prancis. Walau ia sempat bekerja di bidang pemerintahan atas keinginan ayahnya, Bonnard akhirnya memilih untuk menempuh jalan hidup sebagai seorang seniman. Pada tahun 1890-an, Bonnard adalah salah satu anggota dari grup The Nabis – sebuah regu seniman yang mengesampingkan model tiga dimensi untuk area flat colour. Warna-warna cerah serta simplifikasi bentuk dari seni cetakan Jepang juga turut menjadi inspirasi Bonnard dalam pembentukkan gaya lukisannya.

Bonnard mengukir namanya di sejarah seni sebagai salah satu seniman pertama yang menggunakan warna dalam pola datar untuk memberikan dimensi pada gambar. Beberapa subjek yang kerap dilukis Bonnard adalah figur nude serta pemandangan – apakah itu keindahan daerah Prancis selatan, ataupun sebuah adegan sederhana yang biasa kita ambil dengan lumrah. Kegemarannya untuk menggambar adegan-adegan rumahan memberikan Bonnard nama panggilan ‘The Intimist’.

Bonnard adalah seorang seniman yang menggambar berdasarkan ingatan, menangkap momen-momen sejenak yang melintas begitu saja di hidup kita – momen-momen yang kita akan renungi ketika melihatnya kembali. Melalui bahasa warna dan ekspresi abstrak, Bonnard memutar kembali adegan tersebut dalam karya yang dreamlike dan introspektif.  

Untuk memahami sudut pandang sang pelukis lebih dekat, kumpulan karyanya akan dapat Anda saksikan di Tate Modern pada Januari mendatang.