Stella McCartney Cruise 2020, Nature Activism

Stella McCartney continues to show her commitment for environmental issues.

 

Setelah tahun sebelumnya mempresentasikan koleksi di Milan, McCartney kembali ke kota mode Italia itu untuk menampilkan 36 look menswear dan womenswear pada koleksi Resort 2020 di sebuah private garden.

Berjudul ‘Forces for Nature’, busana-busana perempuan terbaru McCartney menyimbolisasikan seorang perempuan berhati teguh yang ingin melestarikan masa depan bumi. Menjadi bagian dari rangkaian karyanya adalah capsule collection ‘We Are The Weather’, dimana kata-kata puitis dari novelis environmentalist Jonathan Safran Foer menghiasi karya-karya McCartney. Judul koleksi itu sendiri merupakan judul buku terbaru Foer yang akan dirilis pada September mendatang.

Pada kreasi busana perempuan, warna segar, gaun-gaun megah dengan embellishment bunga-bunga, dan motif botanical cerah memberi nuansa optimisme dengan style khas McCartney. Di sisi lain, aura aktivisme nampak kuat di koleksi busana laki-laki. Tetap diimbuhi tulisan Jonathan Safran Foer, koleksi ini membaurkan batasan antara formal dan kasual. Print yang berani dan unik bertemu dengan inspirasi utilitarian, mencerminkan persona seorang urban warrior modern.

Sekitar 60% bahan-bahan yang digunakan koleksi ini merupakan bahan sustainable, yang semakin menegaskan komitmen McCartney dalam pelestarian lingkungan. Ekspresi kepedulian pada tema lingkungan juga tertuang pada satu hal menarik yang dapat dilihat di bagian entrance lokasi show. Di sana, sekelompok pelajar menggelar “aksi damai” atas nama climate change dengan membawa papan-papan slogan. “Hopeful” dan “We are entirely free to live differently” adalah beberapa contoh pesannya.

Berlatar venue berhias instalasi bulan raksasa, acara McCartney dimeriahkan oleh hiburan musik dari San Crispino, Tkay Maidza, dan Oscar Jerome. Selain itu, di acara ini juga tersedia pita-pita yang dibuat dari kain-kain archive dimana para tamu dapat menuliskan pesan personal kepada orang-orang tersayang. Nantinya, pita-pita ini akan disumbangkan ke sekolah desain lokal untuk diolah kembali.