Seeing The Joy of Nature through Hockney x Van Gogh

By Charlene Gondo

David Hockney, pelukis asal Inggris yang terkenal dengan karya “Portrait of an Artist”, memamerkan lukisan-lukisan terbarunya dalam sebuah eksibisi bertajuk “Hockney – Van Gogh: The Joy of Nature”.

 

Tahun lalu, lukisan Hockney berhasil terjual seharga US$90.3 juta, atau setara dengan 1,2 triliun Rupiah, oleh rumah lelang bergengsi Christie’s London. Kini sang seniman yang telah berusia 81 tahun tersebut memamerkan karyanya di Van Gogh Museum, Amsterdam. Eksibisi yang telah berlangsung sejak 1 Maret lalu ini akan dibuka untuk umum selama tiga bulan. Mengambil space dua lantai, pameran solo ini mempersembahkan 60 karya David Hockney yang terinspirasi dari sang Impressionist Vincent Van Gogh, termasuk di antaranya seri watercolour dan sketsa arang, video empat musim di Woldgate Woods, seri lukisan minyak, dan iPad drawings.

Layaknya Van Gogh, Hockney dapat menemukan inspirasi keindahan dari pemandangan yang ia temukan sehari-hari – terutama alam. “Van Gogh adalah satu dari pelukis paling luar biasa bagi saya. Ia dapat melihat ruang dengan sangat jelas,” ungkap sang seniman.

 

 

Saat Anda masuk ke ruangan pertama pameran ini, Anda akan disambut oleh video wawancara David Hockney berdurasi lima menit. Kemudian, ruangan kedua dipenuhi dengan lukisan-lukisan utama Hockney yang berukuran tidak kurang dari dua meter. Di samping setiap karyanya, terdapat judul, detail, perbandingan dengan lukisan Van Gogh, atau kutipan-kutipan manis dari kedua pelukis. Ruangan ketiga dikelilingi oleh layar video yang menampilkan video empat musim yang direkam oleh Hockney di Yorkshire. Sisanya? Lukisan dan sketsa berukuran kecil oleh sang pelukis, lukisan iPad, dan karya-karya lainnya.

Sempat tinggal di California tanpa merasakan perubahan cuaca, Hockney menemukan kecintaannya pada alam saat dia kembali ke rumahnya di Yorkshire Wolds, Inggris pada tahun 1990-an. Lukisan-lukisan kolosalnya yang terinspirasi dari musim dan alam menonjolkan karakteristik goresan kuas khas Van Gogh. Pengaruh gaya dari pelukis Belanda ini dapat ditemukan dengan jelas di sebelah kanan lukisan “May Blossom on the Roman Road” (2009) dan pada garis-garis yang ia gores di langit dalam lukisan tersebut.

 

 

Dua pelukis ini memang terpisah jarak waktu selama satu abad, namun keduanya tetap terhubung melalui kecintaan mereka pada musim, yang membawa perubahan pada alam dan eksperimen dalam perspektif. Meskipun Hockney agak mencontek gaya goresan kuas – terutama garis-garis dan titik-titik – Van Gogh dalam seri-seri ini, kedua pelukis yang dikenal dunia ini tetap mempunyai karakter lukisan yang berbeda. Contohnya, lukisan Hockney yang lebih berwarna, dan dapat terlihat bahwa karyanya pun terpengaruh oleh pop art. Sedangkan lukisan Van Gogh mengandung warna-warna yang lebih nyata dan ukuran lukisannya tidak besar.

 

Hockney x Van Gogh: The Joy of Nature

1 Maret – 26 Mei 2019

Van Gogh Museum, Amsterdam