Satu Hari di Pullman Bandung Grand Central

From a sunlit rooftop to an evening at the steakhouse.

 

Jakarta-Bandung naik Whoosh katanya merupakan perjalanan paling nyaman, tapi entah kenapa saya belum pernah mencobanya. Minggu ini lagi-lagi saya memilih untuk road trip ke Bandung. Berangkat jam 10 pagi agar tidak terburu-buru dan bisa santai menikmati perjalanan. Langit biru dengan gumpalan awan putih membuat perjalanan 3,5 jam tetap terasa menyenangkan. Setelah sempat berhenti makan siang dan meluruskan pinggang, akhirnya sampai juga di Pullman Bandung Grand Central.

Saya disambut oleh Feby, Guest Relation Manager dari Pullman Bandung Grand Central untuk langsung check-in di lantai 16. Prosesnya cepat, suasananya tenang, privacy-nya juga sangat terjaga. Hal kecil yang saya sangat hargai. Kami tinggal di kamar Junior Suite nan luas dengan view 180 derajat. Great room and flawless check in are the little luxury we shall never skip.

Malam itu saya memutuskan untuk makan di hotel saja. Kebetulan di lantai 17 ada Mad Cow, fine dining restaurant yang temanya 1920s vibe. Begitu welcome bread datang: Basil dan Tomato Focaccia dengan Tomato Butter, langsung membuat saya berpikir, “good bread is always a good sign.”

First course dimulai dengan Burrata Salad dan Maddie’s Bone Marrow. Fresh, rich, and tasty. Dan ketika main course datang, T-Bone dan Lobster Thermidor, inilah yang pantas jadi highlight malam itu. Steak-nya juicy dan smoky karena dipanggang dengan menggunakan Josper Basque Grill yang memakai rambutan wood atau apple wood. No wonder the flavour is amazing. Wine pairing-nya juga membuat suasana makan malam di Bandung terasa seperti di restoran bintang lima di luar negeri.

The dessert? Molten Chocolate Lava Cake dan Basque Burnt Cheesecake. Simple pleasures done right.

Keesokan hari, karena Hotel Pullman Bandung Grand Central ini memang lokasinya di jantung kota, sehingga ke mana-mana dekat, saya memutuskan untuk santai sore di Akasa 360 Rooftop Bar.

Dengan konsep 360° panoramic view Bandung, angin malam yang sejuk, ambient lighting, modern outdoor furniture yang nyaman, menjadi teman paling pas untuk menyaksikan matahari terbenam dan langit berganti warna. Kapasitasnya yang juga hanya untuk 52 orang, membuat tempat ini jadi terasa eksklusif tanpa berusaha keras.

Tapas di Akasa 360 di-handle dari dapur Mad Cow, jadi rasanya memang well curated. Saya pesan Asado de Carne, skewers daging yang mengambil inspirasi dari Jepang dan South America. Lalu juaranya Gambas al Ajillo, hidangan udang besar yang terinspirasi dari Spanyol, last but not least, Whole Camembert Cheese dengan Rustic Baguette Perfect Bites yang sudah pasti tak bisa salah, such a comfort food!

Sungguh terkadang kita tak butuh jauh-jauh untuk recharge. A little escape in the city bisa jadi jawaban untuk menghilangkan penat sesaat. Bagi saya, Pullman Bandung Grand Central punya semua yang dicari: kamar nyaman, good food, good mood.