Sapto’s sartorial spirit takes into the new bodies.
At the end of the show of Sapto Djojokartiko Spring/Summer 2023, our focus was to pay him a long big applause – not even interrupted by the act of recording his appearance from the backstage. The collection was such an outburst of creativity in Sapto’s sartorial universe. Show kali ini yang dihelat di Gedung Filateli bukan sekadar tentang koleksi baru yang kental akan signature skill seorang Sapto dalam meramu unsur-unsur tradisional Nusantara ke dalam visi kontemporer yang berciri khas, melainkan sebuah momen berharga yang menyibak bagaimana sang desainer berkembang dan sejauh apa ia bereksplorasi.
Jelas terlihat bahwa spirit kekhasan perancang asal Surakarta ini termanifestasi lewat motif-motif bordir yang telah dimanfaatkan pada koleksi-koleksi sebelumnya. Contohnya motif klasik Penara, Darpana yang merupakan ulir pada bingkai cermin, Ukelan Ron dari imaji rangkai daun, Ukelan Sekar yang berupa wujud rekah bunga, dan Seligi yang menyalin bentuk tombak. Pada gelaran kali ini, spirit tersebut tampak mendapat tubuh-tubuh busana baru yang kaya akan ragam bentuk desain dan siluet – yang pendekatannya berbeda dari koleksi-koleksi sebelumnya. The new astonishing transfiguration of Sapto’s design identity.
Tengok bagaimana bordir-bordir simetris gaya etnik diterapkannya pada slouchy pieces nan modern yang beberapa di antaranya juga ditabrakkan dengan motif garis yang mengingatkan pada lurik. Penggunaan elemen-elemen etnik itu memang dominan menginjeksi napas eksotis pada bentuk-bentuk busana modern; and that’s the strength which make them have Sapto’s distinctive character. Rupa-rupa rancangan berwarna krem yang kerap dilapis dengan kreasi dari sheer material menjadi contoh akan seeksploratif apa perancang alumni ESMOD ini bermain dengan skema-skema baru nan berbeda dari portofolionya selama ini.
Salah satu dari kreasi-kreasi krem itu tampak seperti pengembangan model kebaya yang berkakulturasi dengan budaya Eropa dalam konstruksi bergaya peculiar kontemporer. Pada karya lain disematkan rujukan korset, sementara beberapa lainnya kuat berakar pada napas classic European yang entah dibuat quirky atau seductively feminine maupun sensually daring. It ranges from tight and mini sizing to the lose and flowy fabrics. Dalam buah-buah karya yang berpalet gray, penerapan formula-formula serupa tampil secara lebih glam beraksen elemen-elemen kilau. Mood kreasi-kreasi itu terasa lebih audacious. Beberapa suguhan sulur-sulur berhasil menciptakan daya pikat yang intens.
Pemilihan neon colours seperti yellow acid, green citron, dan pink flambe untuk beberapa pieces bukan hanya memberi sisi cerah pada koleksi, tapi juga membawa pesan sang desainer mengenai optimisme akan masa depan di tengah berbagai jenis tantangan yang ada seperti ancaman perang, krisis energi dan pangan, pemanasan global hingga ketakutan akan sebuah pandemi baru. Wujud dari desain-desain yang menggunakan warna-warni bright juga bold ini pun bervariasi dari yang simple, berlapis, bercorak etnik, plain, hingga polka dot.
Keseluruhan karya yang berisi detail intrikasi sulam tangan, repetisi tumpuk motif, manik-manik, lipat, patchwork, lipit-lipit, rumbai bertumpuk dan modifikasi rajutan ini didampingi oleh paduan aksesoris sophisticated seperti tas dumpling, tas rumbai, dompet manik, sepatu hak dan sandal bersulam bordir. This collection consist of a rich array of formula. Begitu beragamnya rancangan-rancangan pada koleksi ini dimaksudkan oleh Sapto untuk mengakomodasi beragamnya individualitas. “Dalam koleksi ini saya ingin memberi kebebasan berpakaian dari beragam karakter untuk mengekspresikan individualisme mereka sendiri,” jelas perancang yang selama dua tahun berturut-turut lalu tak menggelar show tunggal akibat pandemi Covid-19.
Satu hal yang patut diperhatikan dan diapresiasi dari apa yang dilakukan Sapto melalui koleksi Spring/Summer 2023 ini adalah bahwa ia membuktikan bagaimana sebuah keputusan untuk mengambil pendekatan bentuk desain berbeda dari koleksi terdahulu tetap mampu hadir dengan identity stamp yang kuat. Semakin menarik, di sisi lain koleksi ini pun terasa interpretasi baru terhadap jejak-jejak desain lampau. So what’s next that can be found at Sapto’s ready-to-wear boutiques at Plaza Senayan and Plaza Indonesia? We are ready to be surprised and mesmerized again.