Ruth’s Chris Steak Bawa Kultur Surf and Turf untuk Hari Valentine

A sizzling pair of USDA Prime beef and lobster in a plate.

 

Steak for Valentine dining is always a nice idea. Akan tetapi, jika Anda menginginkan suguhan istimewa di Hari Kasih Sayang yang tak terbatas pada menu daging bakar, pesanlah meja di Ruth’s Steak House. Restoran fine dining di dalam kawasan Somerset Grand Citra Jakarta ini menyuguhkan sebuah set menu istimewa khusus untuk perayaan Valentine’s Day. Tersedia pada 13-16 Februari, sajian-sajian yang tercakup di dalamnya bervariasi, mulai dari seafood hingga tentunya steak yang menjadi andalannya.

Santap Anda bersama orang tersayang dalam program kuliner ini akan di awali oleh Charbroiled Oysters. Hidangan seafood klasik dari Louisiana ini – daerah muasal resto – dibumbui oleh cita rasa cajun, bawang putih, dan keju Romano. Peras lemon ke atasnya dan sensasi hidangan bernapas kultur komunitas Cajun ini pun menjadi semakin kaya. It’s a kicking beginning that will enhance your appetite. Suguhan tasty tersebut diikuti dengan carpaccio yang membawa nuansa raw. Sementara sajian kuah berupa lobster bisque tak kalah menggugah selera lewat aroma dan rasa yang bold.

Masih dalam kategori hidangan pembuka, Sizzlin’ Blue Crab Cake membuai lidah dengan 90% daging kepiting yang mengkomposisinya. Crunchy di bagian permukaan, tekstur yang lebih empuk terkuak saat hidangan bentuk bola ini dibelah. Again, squeeze the lemon on it. Ini adalah salah satu menu favorit di sini. Memasuki menu utama, keahlian Ruth’s Christ disajikan dalam genre surf and turf di mana olahan daging dipertemukan dengan protein laut. Untuk prorgam Valentine, tender filet disandingkan dengan lobster tail di atas pinggan keramik yang sudah dipanaskan hingga 260°C. Metode penyajian ini merupakan salah satu kekhasan Ruth’s Chris.

Daging yang digunakan untuk steak tersebut berklasifikasi USDA Prime dengan tingkat marbling tinggi. Menggunakan teknik wet aging, di mana daging melalui proses aging dalam kemasan vakum sehingga terjaga moisture-nya, pengolahan steak di resto ini hanya memanfaatkan garam dan merica sebagai seasoning. Daging yang sudah dibumbui kemudian dimasak menggunakan teknik broiling pada temperatur 528°C. Alat khusus yang dikembangkan oleh Ruth Fertel sang founder digunakan untuk proses broiling di mana daging dipanggang dengan panas dari atasnya. Metode yang dieksekusi menggunakan alat broiling tersebut sudah dipatenkan dan menjadi signature resto.

As we tried, the balance taste of the beef and its retained moisture created a mild delightfulness that matched well with the lobster. Usai menyantap main course terinspirasi budaya kuliner New Orleans, kota di Louisiana yang dekat dengan laut, rangkaian ditutup dengan kelezatan Chocolate Crème Brûlée berpadu kesegaran saus raspberry. Tak berhenti sampai di sini, Anda yang memesan paket Valentine juga akan mendapat hadiah homemade chocolate yang akan menambah nuansa penuh cinta pada momen romantis bersama pasangan.

Ruth’s Chris di Jakarta telah hadir sejak tahun 2016 dan merupakan bagian dari hampir 150 lokasinya di seluruh dunia. Hadir di New York, Hong Kong, Shanghai, Tokyo, dan Singapura, steak house ini didirikan oleh Ruth Fertel pada tahun 1965 di New Orleans, Louisiana.