Rolls-Royce Rayakan Seabad Phantom dengan Centenary Private Collection

A century-long legacy, expressed in every detail.

 

Rilis perdana pada tahun 1925, Phantom telah menjadi lini ikonis dari Rolls-Royce. Merayakan 100 tahun model tersebut, super-marque kelahiran 1904 ini mempersembahkan Phantom Centenary Private collection yang hanya terdiri dari 25 examples. Tercatat sebagai desain Private Collection paling kompleks, mobil spesial ini hadir dengan detail-detail rancangan yang mengisahkan fakta-fakta menarik mengenai Phantom. Mulai dari figur-figur penting di baliknya, klien-klien ternama, varian-varian signifikan, juga tempat maupun momen yang mendefinisikan Phantom dalam seabad perjalanannya.

For a century, the Phantom nameplate has expressed the pinnacle of Rolls-Royce’s abilities. To honour that legacy, this extraordinarily ambitious Private Collection introduces new techniques and is the result of over 40,000 hours of work, culminating in a motor car which reaffirms Phantom’s status as a symbol of ambition, artistic possibility, and historical gravitas,” ungkap Chris Brownridge, Chief Executive of Rolls-Royce Motor Cars, mengenai mobil yang proses desainnya melibatkan riset selama satu tahun.

Selama kurun 12 bulan, tim Rolls-Royce mempelajari secara saksama tentang sejarah Phantom dari mula hingga ke masa kontemporer. Dengan model Phantom VIII sebagai kanvas, interior mobil edisi khusus ini diisi dengan 77 artworks berdasar hand-sketched motifs. Couturier-designed textiles, embroidery seperti sketsa, laser-etched leather, dan kriya kayu – termasuk 3D marquetry, gilding, dan 3D ink layering – yang ada di bagian dalam menceritakan kisah Phantom dalam detail intricate. Kombinasi tekstil dan kulit pada mobil ini mereferensi mobil-mobil awal Phantom yang menghadirkan kursi driver berbahan kulit dan kursi-kursi belakang bermaterial refined textile.

Pada kursi-kursi bagian depan, bahan kulitnya mendapat dekorasi laser-etched artwork dengan motif-motif simbolis. Contohnya rupa kelinci yang merujuk pada codename Roger Rabbit pada relaunching Rolls-Royce di tahun 2023, juga hewan seagull sebagai codename prototipe Phantom I di tahun 1923. Sementara itu, bagian kursi-kursi bagian belakang didesain dengan inspirasi kursi Phantom of Love di tahun 1926. Material kursi belakang dikembangkan selama setahun bekerja sama dengan sebuah fashion atelier. Hasilnya adalah sebuah 3 lapis gambar saling bertumpuk – dari tempat-tempat bersejarah bagi Phantom, jenis-jenis Phantoms hebat, hingga pemilik-pemilik ternama di tiap generasi – yang dikreasikan menggunakan high-resolution printing dan embroidery.

Menjadi showcase di area interior depan ialah Anthology Gallery berupa jejeran 50 brushed aluminium ‘fins’. Masing-masing fin dikomposisi oleh sculpted letters yang membentuk kata-kata apresiasi pers terhadap Phantom. Woodwork pada Phantom Centenary menjadi yang paling intricate di sepanjang sejarah Rolls-Royce. Panel-panel pintu bermaterial blackwood hadir dengan peta-peta geografis yang bermakna bagi perjalanan brand juga elemen-elemen floral. Contohnya left-hand side front door yang gambarnya merujuk pada trip 4.500 mil dari Phantom pertama era Goodwood, di mana mobil tersebut menjelajah Australia. Masing-masing area kayu didekorasi menggunakan 3D multi-directional marquetry, laser etching, 3D ink layering dan gold-leafing.

Starlight Headliner yang menjadi kekhasan Rolls-Royce tak kalah menawan dengan sebagian bintang membentuk square-crowned trees yang ada di halaman kantor pusat brand.  Ada pula bentuk lebah madu (referensi terhadap 250 ribu lebah pada proyek konservasi Rolls-Royce Apiary). Turut pula motif seekor burung yang mewakili Phantom II milik pembalap Sir Malcolm Campbell, yang dijuluki sebagai “Bluebird”. Dalam hal engineering, Phantom Centenary ditenagai oleh mesin V12 6.75 liter dengan cover yang didesain khusus ber-finishing Arctic White dan detail emas 24 karat.

Eksteriornya berhias Spirit of Ecstasy bermaterial emas 18 karat dan berlapis emas 24 karat untuk menandai milestone bersejarah ini. Model figurine itu dibuat sebagaimana Spirit of Ecstasy pertama untuk Phantom. Palet hitam dan putih nan shimmery dari eksterior mobil mengingatkan pada golden age of Hollywood di mana Phantom kerap dipakai sebagai kendaraan untuk para bintang hadir di pemutaran-pemutaran premier nan glamor. Identitas brand dalam wujud badge ‘RR’ kini tampil spesial dalam material emas 24 karat dan enamel putih. A century-long legacy, expressed in every detail.

Bentuk selebrasi lain dari perayaan 100 tahun Phantom juga diwujudkan dalam ranah seni. Dari Charles Sykes (pencipta Spirit of Ecstasy) hingga Andy Warhol, Phantom punya relasi yang dekat dengan dunia seni. Pada suatu ketika, Salvador Dalí diminta untuk memberi kuliah di Paris-Sorbonne University. Untuk keperluan tersebut, ia meminjam Phantom warna hitam-kuning milik temannya dan diisi dengan 550 kg cauliflowers. Setibanya di universitas tersebut, ia membuka pintu dan cauliflowers tersebut pun berhamburan.

Hal tersebut ia lakukan untuk menjelaskan gagasannya mengenai aspek-aspek fenomenologis dari paranoiac critical method, yang membahas persinggungan seni dan psikologi dalam kaitannya dengan pengalaman subjektif yang memengaruhi cara seseorang memahami realita. Sebagai tribute atas momen cauliflowers itu, Rolls-Royce meminta seorang seniman kontemporer untuk menciptakan karya seni istimewa.