Pont 9, Tas Baru Louis Vuitton Bergaya Parisian Chic

As timeless as the Pont Neuf bridge in Paris.

 

Sebagai salah satu Parisian maison yang berdiri sejak akhir abad ke-19, Louis Vuitton merupakan salah satu elemen pembentuk identitas kultural dari kota berjulukan City of Light tersebut. Oleh karenanya tak mengherankan bila rumah mode yang dibangun oleh malletier dan entrepreneur bernama sama tersebut menggali inspirasi dan memberi apresiasi kepada Paris yang terwujud dalam kreasi-kreasi desain.

Yang terbaru ialah Pont 9 bag. Nama tas ini diambil dari Pont Neuf; salah satu jembatan historis yang melintasi sungai Seine. Salah satu ujung Pont Neuf terhubung dengan jalan yang dinamakan Rue du Pont Neuf. Di situlah kantor pusat Louis Vuitton berada. Kini jembatan tersebut merupakan the oldest existing bridge di Paris. Dalam bahasa Prancis, kata “Neuf” memiliki lebih dari satu arti. Artinya bisa merujuk pada angka ‘9’ atau juga dapat diterjemahkan sebagai “baru”.

Pont Neuf in History of Paris
Dalam konteks tata kota saat Pont Neuf muncul pada abad ke-16, konstruksi penghubung antara Left Bank dan Right Bank melewati Île de la Cité (pulau kecil di tengah sungai Seine) tersebut bukan hanya menjadi landmark baru bagi wajah Paris. Kebaruan lain dari Point Neuf ialah juga bahwa jembatan itu menjadi yang pertama dibangun di sana bukan untuk tempat berdirinya rumah-rumah dan yang pertama memiliki pavement atau area pejalan kaki agar aman dari lalu-lintas kereta kuda.

Secara kultural dan sosiologis, jembatan yang mulai dibangun pada tahun 1578 semasa Henry III dan rampung pada tahun 1607 di masa Henry IV itu mengalami masa puncak selama abad ke-18. Itu lah periode saat para Parisian – termasuk tentunya pasangan romansa – tumpah ruah di jembatan sepanjang 238 meter itu untuk melakukan aktivitas-aktivitas leisure. Berbagai stand yang menawarkan rupa-rupa hal (termasuk benda-benda aneh), praktik-praktik penyembuhan supranatural, pertunjukan-pertunjukan seni, dan bermacam event lainnya bisa ditemui di jembatan tersebut kala itu.

From Pont Neuf to Pont 9
Seiring dengan perkembangan zaman yang menghasilkan spot baru di wilayah-wilayah lain, aktivitas Pont Neuf terus menurun selepas abad ke-18. Kini jembatan itu melebur dalam keseharian masyarakat modern Paris. Berdiri anggun dan kokoh sampai sekarang, Pont Neuf menjadi saksi bagi kehidupan Paris dari waktu ke waktu. Relevansinya yang timeless ini diangkat Louis Vuitton pada karakter desain tas Pont 9.

Kategori leather bag baru dari Louis Vuitton ini menampilkan desain modern dengan feel yang everlasting tanpa terpengaruh oleh riuh rendah tren. Meradiasi jiwa Parisian chic, Pont 9 dibuat dengan craftsmanship berkualitas. Pesona posh dari tas ini pun terpancar berkat penggunaan material padded calfskin nan lembut dan ringan. Mempermanis tampilannya ialah logo Louis Vuitton Circle dari tahun 1930-an yang kemudian direinterpretasi oleh Nicolas Ghesquière,  Artistic Director untuk koleksi perempuan. Ornamen itu tersemat pada flap tas yang berfungsi sebagai closure serta di bagian strap.

Interior Pont 9 dirancang sleek dengan dua compartment dan dua pocket praktikal. Aplikasi skema gusset yang membuat space dari tas ini menjadi lebih luas semakin menambah fungsionalitasnya. Jika Anda memperhatikan bagian magnetic closure yang “tersembunyi”, Anda dapat melihat siluet monogram flower khas Louis Vuitton. Menjadi anggota baru dari tradisi leather goods Louis Vuitton yang telah berusia 150 tahun, Pont 9 tersedia dalam palet Noir, Crème, Summer Gold, Rose Dahlia, dan Bleu Orage.

 

 

PS: Dengan model modern nan simple, Anda dapat menggunakan tas Pont 9 untuk keseharian maupun dalam suasana yang lebih formal, Padankan tas tersebut dengan rancangan-rancangan busana Pre-fall Louis Vuitton. Sebagaimana konsep campaign koleksi tersebut yang terinspirasi dari poster-poster film, Anda pun bisa mewujudkan karakter yang Anda bayangkan dibenak melalui mix-match terhadap koleksi ready-to-wear dan tas Pont 9. Because fashion is fantasy!