Plaza Indonesia Fashion Week 2019 Highlights

Our team’s daily report on Plaza Indonesia Fashion Week Spring/Summer 2019.

 

Memasuki tahun penyelenggaraannya yang ke-12, Plaza Indonesia Fashion Week kembali menampilkan karya busana terbaik dari desainer-desainer lokal. The Editors Club hadir untuk menyaksikan show dari setiap brand yang tampil tahun ini. Dengan menikmati aperitif dan cocktails di lounge yang disediakan, kami memasuki venue di The Warehouse, lantai ke-5 Plaza Indonesia. Inilah ringkasan dari beberapa brand yang kami kurasi. Let the show begin!

 

Aigner

Dalam seketika, show Aigner langsung menyambut para penonton dengan warna-warna bold seperti biru cyan, merah sirine, kuning lemon, dan hijau daun sage. Tema koleksi ini datang dari Dadaisme, sebuah gerakan seni dan sastra yang menjunjung tinggi hal-hal yang tak masuk akal. Aturan masyarakat, mereka lawan. Skandal dan shock menjadi modus operandi mereka. Staying true to its inspiration, pakaian-pakaian yang ditampilkan tidak memiliki karakter segan. Detil fringe, perpaduan motif dan warna berkontras, serta kilauan payet menampilkan diri mereka di runway ini.

Detil penting pada show ini adalah koleksi tasnya yang kerap mencuri perhatian. Cybill Saachi, sebuah interpretasi artsy dari desain khas Aigner, demands your attention as its checkerboard pattern and yellow handle swings on the hands of the models. Seperti pakaiannya, motif dan warna yang berani juga menjadi ciri utama lini aksesorisnya. Favorit kami adalah sebuah iterasi tas Ruby dengan aksen ruffle putih dan flap merah. To balance it out, ada juga beberapa pilihan warna klasik seperti oxblood dan hitam – tentunya dengan detil yang fancy.

 

Ava Prologue X Hakim Satriyo

Suara kereta api terdengar di venue. Dipertontonkanlah sebuah video di mana sekelompok gadis terlihat berkumpul di dalam gerbong kereta. Kemudian, perjalanan AVA Prologue x Hakim Satriyo Vol. II Monochrome ‘En Route’ pun dimulai. Sesuai namanya, koleksi ini hanya membawa dua warna: hitam dan putih. Tidak ada tren yang ditentukan dengan pasti – hanya ada paham bahwa berpakaian adalah sebuah jalan hidup.

Desain versatile Hakim kembali bertemu dengan kreasi embellishments AVA Prologue untuk sebuah persimpangan antara dua sifat kontras. Struktur dengan kelembutan, simpel dengan dekoratif, daytime wear dengan evening wear. Ide kebebasan mengambil centre stage dengan rok mengembang, lengan asimetris, kain yang menjuntai, dan MAHA beads yang menghiasi setiap look-nya. Melalui potongan loose dan relaxed sang perempuan modern yang praktikal muncul di benak kami. Mereka berjalan dengan ringan di runway, menunjukkan bahwa mereka mengenal benar akan rute yang sering disebut dengan ‘kehidupan’. Look yang lebih menonjolkan lekuk tubuh seperti bustier dan bodysuit merefleksikan kekuatan mereka, dibawakan dengan karismatik oleh model-model ternama. Berbagai ide dieksperimenkan di sini, membawakan sebuah persona seseorang yang tegas dan tak takut menjelajah.

 

Alleira Batik X Michael Ong

Hari pertama Plaza Indonesia Fashion Week ditutup dengan show kolaborasi antara Alleira Batik dengan desainer Malaysia Michael Ong, ‘Two in One’. Hanya dengan menyaksikan koleksinya, kami dapat membayangkan bagaimana pakaian-pakaian yang dikenakan dapat masuk ke dalam potret liburan musim panas di sebuah island paradise. Beberapa ide yang muncul di benak kami adalah sebuah OOTD dengan pemandangan Pura di Bali, atau ketika menjelajahi keindahan Pulau Palawan di Filipina.

Konsep unik koleksi ini adalah pakaian-pakaian multifungsi yang dapat dikenakan dalam berbagai cara. Pada beberapa look pertama, sang model berhenti di tengah catwalk, merobek lengan dari blusnya sehingga atasan tersebut berubah menjadi model sleeveless. Pada look lainnya, scarf yang digantungkan menutupi leher dikibaskan ke belakang oleh sang model, sehingga kain ringan berwarna cerah tersebut berterbangan seiring ia berjalan. Tampilan pun berubah total, dari yang office-appropriate bertransformasi menjadi resort-worthy. Koleksinya diwarnai dengan palet bawah laut warna hijau toska, biru laut, merah jambu, dan kuning matahari. Harmonisasi dari keanekaragaman tersebut dilukiskan dalam motif-motif alam serta teknik batik tradisional. The show closed with a grand batik ballgown in earthy shades, captivating the crowd as it sways through the catwalk.

 

BCBGMAXAZRIA

Beriringan dengan alunan musik anggun, para model berlenggang menampilkan koleksi Spring/Summer 2019 dengan tema Yunani modern. Koleksi dinamis diperlihatkan dengan siluet-siluet klasik yang versatile seperti strong-power suits, sleek column dresses, loose knits, serta knifed-pleated skirts. Semua dalam palet warna-warna mute. Mulai dari warna biru hingga warna tanah dengan sedikit corak tropical prints menjadi gaya inti dalam koleksi.

_

Lumine

Fashion show diawali dengan panggung yang gelap, hanya sorotan lampu warna-warni menyerupai bunga-bunga di sepanjang runway. Koleksi ready-to-wear yang ringan, santai, dan unik. Koleksi bertemakan “Grassland” terisi dengan gaun-gaun warna feminin dan vintage. Dengan detail seperti renda, applique, kain tipis yang memancarkan kenangan nostalgia gaya hidup pedesaan.

Melengkapi tema yang diangkat, semua model mengenakan bandana ungu berbahan chiffon sembari memegang bunga klasik “Baby’s Breath” mengingatkan kita pada gadis desa yang romantis. Ditutup oleh model melenggang dengan memakai atasan Juliet sleeves berwarna muted pink dipadukan dengan medium-length lace trousers berwarna putih dilengkapi oleh extra-long floral vintage cape belt yang menarik perhatian para undangan.

 

Harlan + Holden

Harlan + Holden menampilkan koleksi polo shirt-nya; Polo Float, Polo Air, Polo Feather, dan Polo Cloud.  Setiap tiga model bermunculan menampilkan koleksi polo shirt-nya dengan desain yang menggabungkan gaya tradisional dengan originalitas yang laid-back. Desain minimalis polo shirt bervariasi, dari boxy cut hingga siluet loose dengan wide puff sleeves. Dipadukan dengan skirts, dresses, dan trousers. Koleksi polo shirt Harlan + Holden ini dapat menyesuaikan cuaca di sekitar kita memberikan kenyamanan yang maksimal.

 

ESMOD Jakarta

Dengan tema “Woman Strength” Esmod Jakarta menampilkan koleksi Class of 2018 dengan ciri khas street style. Beberapa koleksi pakaian dengan desain deconstructed mencerminkan kreativitas para desainer muda berbakat di Indonesia. Selain itu, ESMOD Jakarta juga mengajak dua orang alumniya. Savira Lavinia, alumni Esmod Jakarta tahun 2013 membawa brand activewear “RUE”. Selanjutnya alumni Esmod Jakarta tahun 2011, Gisela Febriana Juwowo juga ikut berpartisipasi membawakan brand miliknya “JIZEERU” dengan tema “Earthy Delight” yang terinspirasi dari triptych, lukisan Hieronymus Bosch. Dengan hentakan musik bergenre house, mencerminkan semangat generasi muda masa kini.

_

Rama Dauhan

Menanggapi tema Women Empowerment yang diusung oleh Plaza Indonesia untuk ajang PIFW tahun ini, Rama Dauhan merancang karyanya kali ini dengan inspirasi seorang seniman perempuan asal Jerman, Paula Modersohn Becker. Berjudul “Intuisi”, yang memiliki arti harafiah “bisikan hati; gerak hati”, koleksinya kali ini menampilkan ragam motif bordir yang menjadi daya tarik utama di atas runway.

Sang desainer bermain dengan motif bordir khas Rajasthan, Jaipur berbentuk merak dan sapi. Dalam koleksi ini terlihat warna-warna yang soft – putih, abu-abu, ivory, dan lavender – yang diimplementasikan ke dalam beragam jenis katun. Pemilihan ragam katun ini seolah mencerminkan keadaan dunia mode masa kini yang diramaikan oleh inklusivitas. Sebagai aksesoris, Rama Dauhan mengkreasikan muzzle yang hadir dengan payet dari mutiara, batang padi, dan kristal. Material tersebut menjadi sebuah pernyataan yang membungkus kuat konsep bahwa perempuan memiliki identitas dalam kehidupan sosial.

 

Tangan

Ketika bangku penonton mulai dipadati para undangan, ruangan The Warehouse Plaza Indonesia mendadak gelap. Glitched screen membuka show Tangan di PIFW kali ini. Satu per satu look dipamerkan, dimulai dari warna yang paling netral yaitu putih. Brand arahan Zico Halim dan Margaretha Novi ini merupakan pendatang baru di ajang fashion show tahunan Plaza Indonesia yang sudah digelar selama 12 tahun ini.

Dalam koleksinya kali ini, Tangan fokus merancang pakaian yang mudah dikenakan, pakaian-pakaian yang mengangkat sisi feminin namun tetap memiliki karakter yang kuat. Warna-warni seperti sky blue, steel blue, soft pink, dan olive muncul dalam koleksinya. Terlihat beberapa elemen ringan seperti tali dan beragam tekstur yang mengeksplorasi nuansa baru bagi DNA Tangan. 25 looks yang ditampilkan memperoleh apresiasi dari tamu-tamu yang hadir. Tangan telah merepresentasikan satu lagi koleksi yang menuai pujian.

 

Kraton

Kraton tampil sebagai show terakhir di hari ke-4 PIFW. By this time, kami sudah bisa mendapat kesimpulan bahwa tema Women Empowerment yang diangkat mengundang banyak warna feminin yang menjadi unsur pekat dalam koleksi para brand yang tampil di sini. Tidak terkecuali Kraton.

Dikepalai oleh Auguste Soesastro, Kraton mengusung tema “Psychedelic Daydreams”. Tema ini menceritakan sebuah eksplorasi terhadap gambaran scene couture di Paris tahun ’60-an dengan unsur glamor Studio 54 di New York pada tahun ’80-an, namun itu semua tetap dibungkus dengan gaya architectural khas Kraton. Terlihat pola geometris yang dicampurkan dengan warna-warna vibran sebagai benang merah dari koleksi ini, dilengkapi oleh exaggerated silhouettes dan sleek lines. Kraton menawarkan look yang strong dalam koleksinya kali ini, memperbolehkan para penggunanya untuk mengenakan setiap piece dalam acara profesional maupun sosial. Anda bisa menggunakan koleksi “Psychedelic Daydreams” pada siang hari, sore hari, ataupun acara cocktail pada malam hari.

_

Sean Sheila

Tema yang digarap duo perancang Sean Loh dan Sheila Agatha Wijaya adalah “Apocalypse in Slow Motion”. Sebuah tema yang menyuarakan keresahan atas polusi laut. Disampaikan dengan terang-terangan, pakaian yang di-highlight memperlihatkan dekonstruksi sebagai representasi dari sampah dan derita yang dialami satwa laut saat ini.


Tidak seperti koleksi-koleksi Sean Sheila sebelumnya yang didominasi oleh embroidery, koleksi Fall/Winter 2019 ini tampak dirancang secara spesifik untuk terlihat lebih berantakan. Ditampilkan dengan tata rias yang secara tegas memberikan kesan dark – warna hitam yang menutupi sebagian wajah model dan contact lens hitam – koleksi ini menyampaikan pesannya dengan sempurna. Dalam koleksi ini hadir pula utility jacket dan sportswear yang telah menjadi salah satu ciri khas brand ini.