A tranquil moment amid Java’s nature and culture.
Di hadapan tetumbuhan yang membentang dan beberapa pohon menjulang, irama kaki yang memecah air kemudian terhenti saat mencapai tepi private pool. Bukit menoreh sore itu tampak tenang dengan tubuhnya berselimut gumpalan awan. A beautifully tranquil moment at Plataran Borobudur.
Secara geomorfologis, cikal bakal Menoreh terbentuk sekitar 20 jutaan tahun lalu pada fase geologi Oligosen-Miosen – lebih tua dari gunung-gunung berapi di sekitarnya. Perbukitan tersebut punya peran dalam sejarah Indonesia. Dicatat bahwa Pangeran Diponegoro menjadikan Menoreh sebagai basis pertahanan dalam perlawanannya terhadap pihak kolonial Belanda pada Perang Jawa (1825-1830). Lebih kuno dari fakta historis tersebut ialah legenda lokal yang mempercayai bahwa gundukan alam tersebut merupakan transformasi Gunadharma yang tidur telentang. Di dongeng yang menyebar, ia adalah arsitek Candi Borobudur.

Anak-anak tangga sang candi Buddha terbesar di dunia kami tapaki di hari kedua menginap. Setiap pagi, situs tersebut memang diperuntukan bagi ritual Pradaksina. Sebuah perjalanan spiritual terpandu untuk mengelilingi Borobudur dari dasar ke tingkatan teratas. Esensinya sejalan dengan kosmologi semesta hidup Buddhisme yang mewujud pada candi itu sendiri.
Lapisan bawah menyimbolkan realita Kamadhatu di mana manusia erat terikat dengan hawa nafsu dan hukum karma, sebagaimana tergambar pada relief Karmawibhangga. Naik ke level tengah, Rupadhatu merepresentasikan fase di mana bentuk eksistensi sudah tak diperhamba keserakahan duniawi, seperti tergambar pada cerita hidup Siddhartha Gautama di relief Lalitavistara. Keutuhan tertinggi tercapai pada level Arupadhatu di mana pencerahan memimpin kepada Nirwana, realita tanpa bentuk dan tanpa hasrat yang divisualisasikan dalam rupa stupa-stupa berisi Buddha.

Borobudur pilgrimage tampaknya perlu menjadi kegiatan wajib bagi siapapun yang menginap di Plataran. Lewat aktivitas tersebut, pemandangan candi yang dinikmati saat bersantap di restoran Tiga Dari Borobudur – sebelum atau sesudah pilgrimage – akan lebih disadari substansi nilainya. It was an amazing dining experience; a culinary affair with the backdrop of UNESCO’s World Heritage Site dated back to 8 century AD. Saat makan siang, kami tak henti-hentinya memandangi Borobudur sambil menikmati ragam hidangan lezat.
Kala sarapan di rooftop restoran, suasana menjadi lebih dramatis. Siluet arsitektur sang mandala kosmik nan estetik berbaur dengan langit dan kabut sebelum fajar terbangun. Aneka pastri dan roti tersaji, pesanan English Breakfast sedang dibuat, jus jeruk segar kami tuang ke gelas. Betapa menakjubkan menikmati makan pagi sembari memandangi pusat pendidikan masa peradaban kuno yang dibangun oleh Samaratungga dari Wangsa Syailendara beragama Buddha Mahayana; yang sekaligus merupakan monumen “pengukuhan” pamor politik atas rivalry dengan Dinasti Sanjaya berkepercayaan Hindu Siwa (keduanya sama-sama berkuasa di Kerajaan Medang atau Mataram Kuno).

Dengan wonderful breakfast tersebut, tak mengherankan bila pada tahun ini, Plataran Borobudur mendapat rekognisi sarapan terbaik untuk kawasan Asia dari panduan prestisius Condé Nast Johansens. Morning dining yang juga impresif kami nikmati di Enam Langit by Plataran Shailendra. Perjalanan dari resor ke venue tersebut ditempuh sekitar 30 menit. Sengaja kami berangkat dari pagi buta agar bisa menikmati mentari terbit.
Sepanjang perjalanan pemandu resor cukup banyak bercerita tentang bagaimana usaha akomodasi yang digagas oleh Yozua dan Dewi Makes itu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, dalam rupa lapangan kerja hingga fasilitas kesehatan gratis. Tiba di Plataran Shailendra, mata terkesima dengan pemandangan dari ketinggian 650 meter di atas permukaan laut. Puncak-puncak gunung gagah terlihat dengan hamparan awan di bawahnya. Breathtaking. Chef membuatkan kami nasi goreng dan mie goreng dengan teman-teman kudapan menggugah, dari yang gurih hingga manis. Padanan teh panas menyempurnakan santap sarapan.

Sekembalinya ke resor, sesi meditasi menanti di Joglo Putri Dewi; sebuah area dengan sekelilingnya rimbun yang kerap pula difungsikan untuk acara pernikahan. Terdapat cukup banyak opsi untuk menghelat wedding beratmosfer indah di Plataran Borobudur. Bila Anda ingin tetap menggelarnya di dalam ruangan, tersedia Kinandari Ballroom. Di bagian luar, Kinandari Garden juga bisa menjadi pilihan tempat pernikahan. Sebuah gazebo berkubah di sana tentu akan menjadi altar pernikahan nan cantik.
Bila ingin pemandangan Candi Borobudur sebagai latar, spot Citrakara adalah jawabannya. Di sinilah, kami menikmati dinner dalam suasana romantic dengan menu-menu Western. Kerlip lampu kota dan perumahan penduduk tampak dari kejauhan. Sentuhan ambience kesejarahan pada space terbuka itu terbentuk lewat susunan batu dan arca sebagaimana yang ada di candi-candi Jawa. Carpaccio Norwegian Salmon hadir sebagai appetiser diiringi oleh mushroom soup cita rasa truffle. Main course berupa roast chicken breast ditutup dengan banana choco terrine sebagai dessert.

Bila ingin opsi makan malam khusus menu Italia, datanglah ke Prego. Dining destination terbaru di Plataran Borobudur ini menyuguhkan suasana ruang yang elegan dilengkapi fasilitas untuk berkaraoke. Chef beraksi dengan cheese wheel untuk membuat beberapa olahan pasta. Selingan jenis-jenis pizza menjembatani kreasi-kreasi antipasto dengan menu utama Bistecca alla Fiorentina. Tiramisu menjadi penyimpul manis pada dinner tersebut.
Pulang ke vila, rain shower hangat memanjakan badan. Traditional Pool Villa yang kami tempati punya bathroom berinterior dan amenities modern; kontras dengan bagian lainnya yang bergaya etnik dari kayu-kayu. Bila Anda ingin memanjakan tubuh dengan pijatan atau wellness treatment lain, layanan spa di resor ini menawarkan facial hingga massage yang bisa merelaksasi raga juga pikiran.

Hari berganti, kini waktunya menjelajah desa sekitar dengan double deck car dan melihat proses pembuatan gula Jawa dari nira pohon kelapa. Kegiatan ini menjadi salah satu dari banyak pilihan menarik yang bisa Anda nikmati selama menginap di Plataran Borobudur. Para stafnya akan secara akomodatif dan ramah memberikan informasi serta mewujudkan ide kegiatan yang tepat bagi minat Anda. Disebut sebagai Plataran Encounters, activities lain yang patut Anda pertimbangkan adalah Merapi Volcano Jeep Adventure dan Pottery Village Tour by Andong.
Bila sekadar ingin bersantai dengan kudapan dan pemandangan hijau, afternoon tea di Beranda Eyang adalah cara elegan nan kasual untuk menikmati momen nuansa etnik padu tenangnya alam. Pemandangan padi berseling pohon kelapa kami nikmati dari sebuah joglo berukiran khas Jawa dengan beberapa finger bites di piring. At Plataran Borobudur, leisure unfolds through the rhythms of Javanese culture and the calm of its natural setting.