Supporting underrepresented and marginalised communities.
Hadir sejak akhir 2009, Pinterest telah menjadi top of mind untuk mencari inspirasi. Berbagai foto estetik bisa ditemui di sana. Sepanjang hampir 15 tahun perjalanannya, platform yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, ini telah mengembangkan fungsinya hingga mencakup aspek online shopping. Kini Pinterest hadir dengan inisiatif baru untuk membantu para pelaku usaha di platform tersebut.
Hal itu dimanifestasikan lewat update terhadap program Pinterest Inclusion Fund yang sudah dilaksanakan sejak 3 tahun lalu. Hadir perdana pada tahun 2021, program tersebut awalnya menyasar segmen kreator dan produser konten untuk membekali mereka dengan skill agar suskes berkembang di Pinterest. Kini cakupan program inkubasi itu meluas ke kategori small merchant business, boutique creator agencies, hingga independent lifestyle publishers yang dimiliki atau dikelola oleh underrepresented communities, ataupun yang membuat konten juga produk bagi komunitas marginal.
Mengutip penjelasan dari situs resminya, “The Pinterest Inclusion Fund supports small businesses, independent publishers and boutique creator agencies that are owned and operated by those from historically marginalized communities. This specifically means that those within the BIPOC, disability, LGBTQIA+ and plus-size communities are eligible to apply now!”
Di tahun keempatnya, Pinterest Inclusion Fund akan fokus dalam mengkoneksikan ide-ide dan produk-produk inklusif serta inspirasional dari berbagai produser konten dengan pengguna Pinterest lain yang ingin terinspirasi oleh mereka. Dengan hal tersebut diharapkan semakin banyak tercipta keragaman konten dan produk inklusif di platform tersebut. Sampai saat ini, program itu sudah memberi dukungan kepada lebih dari 150 produser konten dari underrepresented communities.
Para peserta terpilih akan menerima educational resources, training, dan mentorship secara 1-on-1, juga monetary stipends dalam bentuk uang tunai. Sesi pembelajarannya akan diisi oleh tim Pinterest dan industry experts. Terkhusus bagi pelaku usaha, program ini ditujukan agar mereka mampu membuat konten yang lebih shoppable, memaksimalkan fitur-fitur Pinterest untuk berbisnis, serta mengoptimalkan pertumbuhan organik di platform tersebut.
Pinterest Inclusion Fund terbuka bagi pengguna di Indonesia, India, Australia, United Kingdom, Argentina, Meksiko dan Brasil. Pendaftaran untuk penggunaa di Indonesia dibuka hingga 16 Agustus 2024 pukul 9 malam WIB. Dalam sesi bincang Pinterest dan The Bespoke Fashion Consultant beberapa waktu lalu di Hotel Monopoli, Marfa Rhabenta selaku Strategic Partner Manager of Pinterest Indonesia mengajak dan mendorong para pelaku bisnis untuk mengikuti progam tersebut.