Pertimbangan Utama Pembeli Jet Pribadi Saat Pandemi COVID-19

Plus some advice to buy a new one.

 

Meski pandemi Covid-19 membawa dampak negatif bagi sangat banyak industri, beberapa bisnis justru mengalami peningkatan permintaan oleh karenanya. Salah satunya ialah wilayah private jet. Lebih lanjut, engaruh pandemi coronavirus ini juga memberi warna spesifik bagi perhatian konsumen dalam memilih jet pribadi.

Seperti dilansir dari halaman Robb Report, Ricardo Carvalhal yang merupakan Director of Sales Engineering dari Embraer mengungkap 2 aspek yang sangat diperhatikan konsumen dalam menggunakan layanan private jet. Hal pertama adalah kualitas udara. “Air quality has always existed in aviation, but the topic is getting additional attention as a result of the pandemicCustomers want deeper insights into how each aircraft circulates air,” ucap Carvalhal dalam sebuah webinar.

Hal ke dua yang sangat diperhatikan pembeli private jet pada saat ini adalah kualitas WiFi. Untuk unit-unit jet pribadi berukuran lebih kecil, Embraer memanfaatkan Ka-band. “New antennas allowed us to offer it for the Praetor 500, the smallest business jet to have Ka-band and deliver live-streaming capabilities,” jelasnya. Sementara itu, aircraft yang lebih besar memanfaatkan multiple-antennas agar kapsitas koneksi bertambah.

Bagi para calon pembeli private jet, Carvalhal menyarankan agar mereka melakukan riset secara mendalam mengenai pesawat yang hendak dibeli beserta biaya-biaya yang akan muncul dari pembelian tersebut. Ia menyebut bahwa selain biaya akuisisi atau harga beli unit, pemilik pesawat juga nantinya akan perlu menanggung biaya operasional yang berkisar antara 5% hingga 10% dari harga beli.

Carvalhal pun memberi masukkan soal pertimbangan frekuensi penerbangan dalam membeli jet pribadi. Ia mengatakan, “Some people have a tendency to overestimate use. For instance, if you fly from New York to Moscow twice a year, but fly domestically the rest of the time, I would invite you to look at a smaller aircraft.