Pengembangan Wisata Dubai: Museum Apung hingga Wellness Oasis Vertikal

Supported by a long-term sustainability strategy.

 

Menyambut lebih dari 17 juta wisatawan mancanegara pada tahun lalu, Dubai terus berkomitmen untuk menciptakan pengalaman impressive bagi para turis melalui berbagai destinasi dan atraksi baru. Hal ini disampaikan langsung pada temu media oleh Shahab Shayan, Regional Director APAC for International Operations at Dubai Corporation for Tourism and Commerce Marketing, Visit Dubai (bagian dari Department of Economy and Tourism).

Salah satu yang baru dibuka pada awal 2025 adalah House of Hype yang berada di Dubai Mall. Immersive rooms dengan dekorasi imajinatif menjadi suguhan utamanya. Selain berinteraksi di zona-zona immersive tersebut, House of Hypes juga diisi oleh beberapa culinary outlets yang fun. Contohnya adalah Al Faik dengan sajian berbentuk fried chicken namun sesungguhnya adalah ice creamwhat a fun fake. The cafe? Eleven7 with full colour mood. Trip E-mart di House of Hype membawa suasana nostalgia dengan tawaran mainan lawas. Games dan performance spontan akan menambah keseruan di sini.

Pecinta inovasi teknologi dan ilmu pengetahuan wajib diajak ke Museum of the Future yang dibuka pada tahun 2022. Bentuk torus-nya (seperti cincin) yang berestetika kontemporer tampil dengan napas kultural lewat Arabic poem tentang masa depan karya Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Terdiri dari 7 lantai, museum ini membawa pengunjung ke situasi imajiner tahun 2071. Beberapa zonanya mencakup Orbital Space Stasion Hope tentang ruang angkasa hingga Heal Institute yang membahas ekologi dan biodiversitas.

Hobi menyelam? Deep Dive Dubai akan menjadi sebuah petualangan yang Anda nikmati. Kolam renang terdalam di dunia itu layaknya kota yang tenggelam di lautan. Dengan kedalaman mencapai 60 meter, pastikan Anda punya keahlian mumpuni dalam hal diving, baik scuba maupun freediving. Jelajahi apartemen sampai perpustakaan di atraksi bawah air yang dibuka pada tahun 2021 tersebut. Tersedia pula viewing areas untuk mereka yang tidak menyelam.

Untuk urusan menginap, coastline resort Jumeirah Marsa Al Arab yang dibuka pada tahun lalu bisa menjadi pilihan. Opsi lain yang berada di Pantai ialah Atlantis The Royal di Palm Jumeirah yang beroperasi sejak 2023. Bila ingin pengalaman lebih spekatkular, Ciel Dubai Marina yang dibuka akhir tahun lalu patut dicoba. Dinobatkan sebagai world’s tallest hotel dengan tinggi 377 meter ini memiliki world’s highest infinity pool. Tentu saja para wisatan Muslim, termasuk yang dari Indonesia, tak akan sulit untuk menemukan berbagai kuliner halal maupun fasilitas ibadah. This is a destination rooted in the Islamic culture legacy.

Kini Dubai tengah menggarap beberapa proyek lain yang akan memperkaya lanskap pariwisatanya. Ditargetkan dibuka pada 2028, Therme Dubai akan menjadi pusat wellness berupa vertical oasis di mana pengunjung bisa menikmati ritual spa, sauna, maupun water park. Dubai Museum of Art (DUMA) tengah didesain oleh arsitek kenamaan Tadao Ando untuk menjadi floating museum yang terdiri dari galeri pameran, restoran, serta VIP lounge. Sementara proyek pulau buatan Palm Jabel Ali akan diisi oleh vila-bila dengan berbagai fasilitas luxury, termasuk yacht club.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan perjalanan, Dubai menghadirkan sistem check-in hotel tanpa kontak yang diterapkan secara bertahap di seluruh kota. Melalui sistem ini, tamu dapat menyelesaikan proses registrasi secara digital sebelum kedatangan, sehingga dapat langsung menuju kamar tanpa melalui prosedur check-in konvensional. Tak hanya itu, Dubai juga telah melatih puluhan ribu profesional di bandara, hotel, dan atraksi wisata untuk mendukung wisatawan dengan kebutuhan sensorik dan aksesibilitas khusus untuk bisa menciptakannpengalaman yang aksesibel bagi semua.

Visi jangka panjang Dubai didukung oleh investasi besar dalam inovasi dan keberlanjutan atau sustainability. Pengembangan energi terbarukan dilakukan dalam skala besar. Lewat inisiatif Dubai Sustainable Tourism, hotel-hotel didorong untuk mendukung target Net Zero 2050 Uni Emirat Arab. Ada pula proyek DUBAI REEF yang menjadi salah satu proyek terumbu karang buatan terbesar di dunia. Dengan area hijau, Kawasan konservasi, serta akses pejalan kaki yang terus diperluas, Dubai menyatakan komitmennya untuk menjadi destinasi pariwisata yang tak hanya menawan tapi juga bertanggung jawab.