Peleburan Kultur Prancis-Tiongkok di Chandelier Baccarat

The first porcelain product of Baccarat.

 

Sudah lebih dari 60 tahun Prancis dan Tiongkok menjalin hubungan diplomatik. Merayakan hal tersebut, Baccarat berkolaborasi bersama arsitek kenamaan asal Hong Kong, Steve Leung untuk melebur craftsmanship, inovasi dan tradisi. Hasilnya adalah Printemps Bleu Zenith, chandelier indah yang dirilis secara terbatas.

Printemps Bleu berarti musim semi biru. Di sini, elemen estetika Timur dan Barat berpadu dalam harmoni unik yang terinspirasi dari arsip sang crystal Maison dari abad ke-19 dan Qinghua Ci, porselen biru-putih klasik khas Tiongkok. Kreasi ini juga menandai untuk pertama kalinya, Baccarat mengeksplorasi material porselen ke daftar karya produknya.

Motif fauna seperti kupu-kupu dan sembilan jenis burung walet – simbol keabadian dan keberuntungan dalam budaya Tiongkok – ditampilkan dalam palet cobalt blue. Motif bunga Peony dan ranting dahan memperkaya visual chandelier, berpadu serasi dengan struktur kristal khas Baccarat yang terdiri dari twisted arms, fleurs de lys, arrowed prisms, small bells, dan octagon chains.

Printemps Bleu Zenith menjadi karya chandelier perdana dari Steve Leung. Proses pembuatannya melibatkan dua lokasi produksi terpisah untuk kristal Baccarat dan porselen. Secara keseluruhan, pengerjaan chandelier ini memakan waktu hingga 175 jam dengan lebih dari 30 tahapan demi memastikan presisi dan kualitas dari penyatuan kristal dan porselen. Bagian lampshade menjalani dua kali proses pembakaran untuk mencapai tingkat transparansi, ketahanan, dan warna putih yang diinginkan.

Printems Bleu Zenith hanya dirilis sebanyak 60 unit di seluruh dunia sebagai bentuk penghormatan enam dekade hubungan diplomatik Prancis dan Tiongkok. Di Indonesia, Elite Graha Cipta selaku distributor resmi menyediakan delapan unit, masing-masing dilengkapi ukiran emas sebagai penanda eksklusivitasnya.