Optimisme Yacht Sourcing Arungi Potensi Pasar Tanah Air

A big belief in the future of Indonesia’s yachting business.

 

Sindalah, Arab Saudi, tampaknya memercikkan excitement para pecinta yachting yang mendambakan the-it-playground baru. Proyek luxury island tersebut ditangani oleh Luca Dini Design & Architecture yang dikenal sebagai spesialis yacht, superyacht, yacht club, dan marina. Ini adalah bagian dari visi besar negara tersebut untuk membangun Neom, sebuah mega-complex di ujung Laut Merah. Terlepas dari problem-problem yang kini tersorot atas proyek senilai 390 miliar euro itu (misalnya human rights abuse terhadap para pekerjanya), situs ini menjadi indikasi keseriusan negara pimpinan Raja Salman Al Saud dalam menciptakan peluang pundi penghasilan yang mencakup sektor pariwisata, dan yacht-tourism menjadi salah satu komponennya.

Indonesia? Ironic and somehow ridiculous. Bahwa archipelago bergaris pantai terpanjang ke-3 di dunia, dengan belasan ribu pulau nan menawan, serta sejarah maritim yang mengakar, hanya memiliki marina berjumlah minim. Sebaran areanya pun belum merata. Di Jakarta terdapat Marina Ancol dan Batavia Marina. Sumatra memiliki Nongsa Point Marina di Batam. Lainnya berada di kawasan tengah-selatan Nusantara, yakni Banyuwangi International Yacht Club, Benoa Marina Bali, Gili Mas Marina Lombok, Marina Del Ray Lombok, dan Medana Bay Marina Lombok. Menyadari hal ini, merupakan sebuah angin segar ketika Sukariyadi Rudi Meidiyanto selaku Direktur Utama Pelindo Properti Indonesia menegaskan komitmen untuk memperluas dan meningkatkan fasilitas marina pada acara makan malam yang diselenggarakan oleh Yacht Sourcing.

Lepas bersulang rosé, multi-course dinner racikan Chef Jean-Baptiste Natali dari Apurva Kempinski – with Michelin expertise – membangun refined atmosphere dari event Yacht Sourcing kala itu. Lantunan jazz mengalirkan nuansa elegan yang laidback bermandikan pendar cantik lampu-lampu Black Stone Yacht Club di Tanjung Benoa, Bali. Sebuah superyacht yang bersandar memberi sentuhan megah pada latar acara. The next afternoon on the Open Day, we passed it to reach a catamaran by Fountaine Pajot, one of yacht brands you can find in Yacht Sourcing selection. Astréa 42 yang dikunjungi hari itu adalah versi Maestro dengan 1 owner’s suite + 1 private bathroom / 2 double cabins + 2 bathrooms. Konfigurasinya yang compact cukup untuk mengakomodasi keluarga kecil. Bayangkan sebuah simple excursion memanfaatkan layar yang diisi kegiatan bersantai di sun loungers menikmati biru laut atau mengudap sajian dari plancha grill di kapal.

Dengan panorama cantik dari pantai, samudra, dan alam bawah laut Nusantara, yachters mana yang tak akan singgah dan berlabuh untuk meresapi keindahan Indonesia? Dengan potensi yachting tourism negri ini yang sangat besar, sangat disayangkan aktualisasinya masih cukup jauh panggang dari api. “It’s not that much developed in yachting industry because of the lack of infrastructure; marina basically,” ungkap Boumedienne Senous, Founder of Yacht Sourcing kepada The Editors Club. Akan tetapi, dalam perspektif lebih optimis, sosok yang akrab disapa Boum tersebut telah melihat progres demand dalam bisnis yachting yang terjadi dalam lima tahun ke belakang di negara ini. Ia mencontohkan bahwa orang-orang di Jakarta semakin banyak orang yang menggemari yacht. Pun demikian dengan pelancong-pelancong yang semakin tertarik untuk mengeksplorasi Indonesia. Di usaha charter atau penyewaan, Boum bahkan menyebut permintaan terhadap layanan yacht untuk menjelajah negri ini cukup besar.

I believe that the market of Indonesia is starting to move,” ucap Boum yang melandaskan asanya pada komitmen pengembangan marina di Tanah Air. Tentu bukan hanya keseriusan pemerintah yang dibutuhkan untuk untuk mencapai realita dunia yachting yang advance. Termasuk ke dalam faktor-faktor penunjang lain adalah kemajuan para pelaku usaha yachting. Boum sendiri dalam upaya meningkatkan performa bisnis mengaku belajar banyak tentang market Indonesia. Salah satunya adalah perihal cara berkomunikasi dengan konsumen guna menyingkap apa yang sesungguhnya dibutuhkan, dinginkan, dan menjadi concerns mereka atas sebuah yacht. “The way we explain things has to be very clear,” jelasnya melengkapi jawaban. Beberapa strategi komunikasi inilah yang juga menjadi bekalnya untuk menghadapi persaingan yang akan semakin kuat – as he sees other companies are coming here.

Ketika nantinya iklim kompetisi bisnis yachting di Indonesia sudah lebih terbangun, jelas segala strategi komunikasi yang dimiliki masing-masing perusahaan perlu ditopang dengan tawaran produk-produk berkualitas, baik itu dalam hal watercrafts, aftersales services, yacht management (baik operasional maupun investasi), maupun layanan charter. Untuk portofolio kapal Yacht Sourcing sendiri, bisa dibaca nama superyacht Majesty dan Nomad (oh hello the new flybridge 101), kemudian di segmen yacht berikutnya ada Dufour, Rizzardi, Saxdor, Yanmar, dan Aldhaen. Untuk yacht charter, pilihannya sangat beragam dengan harga bervariasi. Yacht Sourcing juga melayani konstruksi bespoke serta layanan pengelolaan kapal.

Untuk kurasi dealership perkapalan, Boum menyebut sejumlah kriteria dalam pemilihan. “At Yacht Sourcing, we choose very carefully the brands we want to work with. There are a lot of brands of yachts, but some of them are made for Mediterranean Sea which is less humid than here. Also here is tropical weather. So, about the brands we decide to work with, we consider first of all that they are adaptive to local weather and sea,” ucap Boum menjelaskan salah satu kriteria penting dalam mengkurasi brand yang akan ia pasarkan ke Indonesia, di samping juga pertimbangan harga, kualitas desain dan performa, serta masa ketahanan pakai. Dari sisi konsumen, tentu saja kapal mana yang akan dipilih bergantung pada kebutuhan dan selera masing-masing. Bicara mengenai hal ini, CEO Yacht Sourcing juga berbagi beberapa tips.

What do you need it for? What are your needs?” saran Boum untuk mereka yang hendak membeli yacht. Keperluan untuk berpesiar bersama keluarga akan berbeda kapalnya dengan yang ditujukan untuk menjamu teman atau kolega. Berbeda pula bila yang diincar adalah kecepatan layar. Ia menyarankan agar para peminat berkonsultasi dengan pihak-pihak expert seperti Yacht Sourcing. Dengan konsultasi tersebut, para profesional akan membantu mengidentifikasi apa yang sesungguhnya dibutuhkan dan pilihan yacht mana yang tepat untuk digunakan. Soal budget, Boum mengungkap bahwa kini beberapa bank telah bersedia untuk menyediakan layanan financing atau pembiayaan bagi pembelian yacht.

Bagaimana volume penjualan maupun sewa yacht di Indonesia akan berkembang akan bergantung pada berbagai faktor. Pastinya, lahan garapan ini sangat potensial untuk dibidik secara strategis guna memaksimalkan pendapatan sektor pariwisata negara maupun memperluas pengenalan keindahan Indonesia di mata dunia.