Milan Fashion Week Fall 2022: Gucci, Versace, Tod’s, Etro

It’s all about new beginnings with retro inspirations. 

 

Milan Fashion Week Fall 2022 menjadi panggung Gucci untuk beberapa occasion penting: runway pertama Alessandro Michele di kota kapital fashion Italia setelah 2 tahun, introduksi dari kolaborasi Adidas x Gucci, dan kehadiran Rihanna yang sedang hamil besar yang mengundang jepretan-jepretan fotografer. Seperti cermin yang menjadi lantai runway koleksi Exquisite Gucci ini, kreasi-kreasinya pun menjadi ‘cermin’ dari kode-kode Michele, salah satunya adalah gender fluidity. Laki-laki dapat mengenakan florals, dan perempuan dapat mengenakan suit and trousers. And then, of course we have the Adidas collaboration. Gucci dan Adidas sama-sama gemar mengacu kepada dekade 1970an dan 1980an, dan mereka berdua mengambil cerminan elegan dari sisi sartorial atau sporty. Looking at it that way, the collaboration comes like a perfect pairing.

This season, Donatella Versace created a Versace collection that’s precisely a Gen Z’s dream. Menurutnya, Versace 2.0 adalah sebuah “step forward” yang membawa nilai-nilai multiplicity, progression, and diversity. Crop top dipasangkan dengan oversized blazer dan wide trousers, atau dengan rok mini dan latex leggings. Corset dressing menjadi kartu yang kerap dimainkan dalam koleksi ini, dan para Gen Z diundang untuk membuat statement dengan glossy puffer jackets atau big checkered prints dalam warna merah dan pink. Melihat bagaimana sepatu platform dan banyak kreasi lain dari koleksi ini sudah menjadi coveted item di komunitas fashion di Twitter (tentunya, mayoritas Gen Z), sepertinya strategi Donatella telah mencapai targetnya. 

Left to right: Etro, Gucci, Tod’s Versace

Walter Chiapponi of Tod’s wanted to send a “serious, thought-out, calm message” through his presentation. ‘Essentials’ adalah kata kunci, dan Chiapponi mengkreasikan essentials yang begitu wearable, sleek, dan refined. Blazer, mantel, jubah, atasan, dan celana panjang dalam potongan yang indah, dibalut dalam warna neutrals seperti hitam, putih, camel, beige, dan coklat tua. Cutting yang rounded di pundak memberi tampilan yang lembut, dan outers datang dalam siluet oversized. Sebuah cape dengan detil fringe menjadi sebuah subtle statement piece dalam koleksi ini.  “I wanted to highlight the sensual side of traditional Italian tailoring,” tambah Chiapponi. 

The rich fabrics and prints that define Etro are highly prevalent in their latest showing. Veronica Etro menyebut koleksi ini sebagai ‘Etro Remix’, di mana kode-kode klasik bertemu dengan nostalgia retro yang diterjemahkan untuk generasi kontemporer. Motif paisley khas Etro hadir dalam versi zoomed-in, atau bertabur pada jaket velvet berwarna magenta pink. Inspirasi dekade 1970an dan 1980an bersembur dalam palet earthy dan jewel tones. But, since this is made for the wardrobe of the 2020s, one can also find a lot of cutouts and crop tops among the animal prints and bohemian details.