An elegant afternoon with heritage treats.
Merawat tradisi lewat rasa. Ini yang diungkap sebagai aspirasi restoran peranakan Meradelima dalam bereksistensi hingga menginjak tahun ke-21. Didirikan oleh restaurateur Lily Admodirdjo pada tahun 2004, menu-menu di destinasi kuliner ini merefleksikan latar keluarganya yang berdarah Tionghoa dan Belanda. Kini, tongkat estafet kepengurusan diteruskan oleh generasi kedua, yakni Faizal Admodirdjo sebagai Chief Executive Officer dan Carmelita Febiola M. Admodirdjo sebagai Chairman of the Board Meradelima.
Setelah sukses membungkus cita rasa Peranakan dalam konsep fine dining, Meradelima di usianya yang baru memperkenalkan Lemari Jajanan Pasar Peranakan. Peluncuran ini merupakan bagian dari misi jangka panjang untuk memastikan tradisi tidak hilang karena terlupakan. Beberapa kue basah yang dijajakan adalah klepon, talam, kue ku, dan putri mandi. Semuanya dibuat berdasarkan resep keluarga yang dipadu dengan sentuhan modern. “Kami ingin jajanan pasar tetap hadir dan dikenal bukan hanya sebagai memori masa lalu, tapi sebagai bagian dari masa depan,” ungkap Carmelita Febiola M. Admodirdjo.
Di Meradelima, kue-kue tersebut dipajang dalam furnitur vintage yang padu dengan karakter heritage dari interior resto tersebut. Selain beberapa kue yang sudah disebut, bisa ditemukan pula kreasi balapis, ongol-ongol, putu ayu, ketan serundeng ayam, risol sayur, lemper bakar, pastel, combro, hingga sosis solo. Tak hanya bisa dibeli secara satuan, Anda pun dapat menikmati jajanan pasar ala Meradelima dalam format afternoon tea set.
Pada konsep afternoon tea, kudapan-kudapan tradisional akan disuguhkan dalam tableware khas Peranakan; menciptakan pengalaman bersantap elegan namun tetap bersahaja. Konsep ini dirancang sebagai titik temu bagi kultur generasi baru. “Sebagai generasi penerus, tanggung jawab kami adalah memastikan tradisi tidak berhenti di generasi sebelumnya. Kami ingin membangun ekositem di mana kuliner Nusantara terus bertumbuh, beradaptasi, dan dihargai lintas generasi,” ungkap Faizal Admodirdjo, CEO Meradelima.
Seluruh penganan kue pasar di Meradelima diproduksi menggunakan pewarna alami seperti bunga telang, buah naga, dan daun suji, serta dengan standar higienitas dan kesegaran yang tinggi. Sebagaiman masakan-masakan utamanya, suguhan jajanan pasar ini bukan hanya menyasar penikmat kuliner, tetapi juga para pecinta budaya yang menghargai kekayaan bangsa.