Balvenie whisky in its complexity.
You don’t really taste whisky if it’s not 25 years or above. Among them, Balvenie Rare Marriages leaves a delicate impression of complexity. Dalam atmosfer elegan dari The Distillers Library Jakarta, pengalaman menyesap Balvenie 25 dan 30 years hadir lewat format whisky pairing. Jyri Pylkkänen, Brand Ambassador Regional Malts William Grant & Sons untuk Asia Tenggara, memandu sesi langsung sesi ini.
The Rare Marriages
Sebagaimana ia jelaskan, Balvenie Rare Marriages adalah hasil kombinasi whisky yang dimatangkan selama beberapa dekade dalam rare casks berbeda. Jenis-jenis whisky terpilih kemudian dikawinkan dalam sebuah traditional oak tun selama dua hingga tiga bulan sebelum dibotolkan. Kelsey McKechnie yang di awal tahun ini terpilih sebagai Malt Master turut membantu pemilihan rarest casks untuk kemudian dilanjutkan ke proses marriage. Berada di belakangnya adalah sosok penting, dengan nama yang tercantum pada botol Balvenie Rare Marriages: David C. Stewart MBE, Honorary Ambassador dan former Malt Master dari Balvenie.
Stewart sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga Balvenie selama lebih dari 60 tahun. Merupakan Master Blender ke-5 dalam sejarah 132 tahun Balvenie sejak berdiri pada tahun 1892, ia adalah sosok di balik metode whisky marriage. Proses ini mengandalkan expert nose dan knowledge yang Stewart miliki untuk mengkurasi casks yang akan dikawinkan sesuai visi cita rasa dalam benaknya.
Fruity profile nan elegan menjadi jiwa dari Balvenie 25 dengan sapuan runny honey. Kombinasinya adalah individual casks dari traditional American Oak dan traditional European Oak. Whisky ini merupakan ekspresi atas Single Malt tun marriages dengan karakter yang easygoing namun tanpa kehilangan sense of opulence. The next one we’d like to call it The Creamy Thirty. Meski juga merupakan perkawaian traditional American Oak dan traditional European Oak, Balvenie 30 hadir dengan palet thicker yang diwarnai oleh nuansa silky sweet, dark chocolate, dan percikan orange peel. Definitely our favourite in this tasting time.
Koleksi Rare Marriages juga diisi oleh varian Balvenie 40 yang disebut memiliki the boldest character di antara dua lainnya. Merupakan pilihan dari beberapa casks terlangka di warehouses Balvenie, sensasi layer of sweetness and spice adalah apa yang bisa Anda harapkan dari wiski ini. Jika Anda adalah a true whisky connoisseur, maka wajib hukumnya untuk melangkah lebih jauh dengan Balvenie 60. Wiski dari single European Hogshead cask yang hanya tersedia sebanyak 71 botol tersebut disuling pada tahun yang sama ketika Stewart memulai perjalanannya di distilasi ini, yakni 1962. Botolnya hadir dengan nama Stewart juga McKechnie, sementara tube casing bagi produk ini didesain untuk merefleksikan perjalanan karir Stewart.

The 5 Rare Crafts
Cita rasa distingtif dan istimewa yang dimiliki Balvenie tak hanya soal durasi proses pematangan. Terlibat dalam tahap-tahap pembuatannya ialah faktor-faktor penting bagi penciptaan kualitas wiski asal Speyside, Soktalinda ini. Pilar 5 Rare Crafts menjadi pedoman bagi distiller yang telah berproduksi sejak 1893 tersebut, setelah William Grant mendirikannya pada tahun sebelumnya. Pilar pertama adalah Home Grown Barley. Balvenie adalah satu-satunya distillery di Scottish Highlands yang melakukan tahap penanaman dan malting atas barley-nya sendiri. Para petaninya memiliki keahlian spesifik untuk menentukan waktu tanam dan tuai karena cuaca di Skotlandia yang unpredictable.
Selanjutnya adalah tentang Malting Floor. Proses malting Balvenie dilakukan dengan traditional malting floor. Barley yang telah melewati steeping dengan spring water dari bukit sekitar diproses menjadi grain yang kemudian disebar di malting floor tradisional untuk melalui tahap malting. Balvenie merupakan satu dari sedikit distillery di Skotlandia yang masih menggunakan lantai malting tradisional. Selanjutnya sebanyak empat kali dalam sehari, para pekerja membalikkan grain tersebut dengan tangan hingga dinilai siap untuk ke tahap berikutnya. Peat yang dihasilkan melalui proses ini menambah kompleksitas rasa wiski Balvenie.
Tak kalah penting ialah perihal Coppermisth. Bentuk dari alat penyulingan turut berkontribusi pada karakter wiski yang dihasilkan. Sapuan rasa madu Balvenie didapat dari bentuk pot stills yang dimiliki. Oleh karenanya, coppersmithing skills untuk membuat dan meraparasi alat penyulingan akan terus dijaga dari generasi ke generasi. Sama pentingnya dengan Coppersmith ialah Cooperage. Tugas seorang cooper adalah membuat dan memperbaiki cask agar kedap udara dan air. Jenis dan kondisi cask akan memengaruhi karakter wiski. Pilar kelima tentunya adalah Malt Master yang mengawasi seluruh proses pembuatn wiski dan menggunakan keahlian nosing untuk menjaga konsistensi kualitas.
Itulah faktor-faktor yang berkontribusi pada kualitas wiski Balvenie. Bila ingin menikmati koleksi eksklusifnya, Anda bisa menghubungi The Distillers Library untuk mendapat pengalaman menyesap wiski istimewa. Tak hanya itu, Anda pun akan mendapatkan The Balvenie Crystal Decanter set secara eksklusif untuk setiap pembelian The Balvenie Rare Marriages.