Menjaga Kesehatan Tubuh dan Mental di saat Isolasi Diri

Stay home, stay healthy, stay happy.

 

Apakah tubuh Anda merasa kaku dan aneh setelah melakukan isolasi diri selama terlalu lama. You’re not the only one. Gaya hidup yang kurang melibatkan aktivitas fisik memang telah terbukti untuk memiliki dampak buruk untuk tubuh menurut berbagai penelitian. Seperti dilansir dari situs Harper’s Bazaar UK, dietician dan ahli kesehatan Matt Lawson mengatakan, “A lack of movement has a direct influence on your muscle mass, effectively reducing the levels of muscle and therefore reducing your metabolism.

Bukan hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, mental pun bisa terganggu dalam situasi seperti sekarang ini. Untuk menjaga tubuh tetap fit dan jiwa tetap sehat selama masa isolasi diri, inilah beberapa tips yang bisa Anda praktikkan.

 

Olahraga
Something as simple as a 30-minute walk could work wonders according to Lawson. Pastikan bahwa tubuh Anda bergerak, walaupun dalam hal-hal sederhana seperti membersihkan rumah atau stretching sejenak. Jika Anda ingin sebuah exercise mudah yang dapat dilakukan di rumah, inilah olahraga strength training yang dapat Anda lakukan hanya dalam 15 menit: 10 push-up, 15 squat, 10 burpees, 30 detik plank, dan 15 lunges.

 

Hidrasi
Selain itu, jangan lupa untuk minum air cukup dan teratur. Ketika Anda dehidrasi, meski sedikit saja, tingkat metabolisme Anda akan turun. Letakkan segelas air di meja tulis Anda dan ingatlah untuk mengisi ulang gelas Anda setiap jamnya. Ingatlah untuk makan sesuatu setiap 4 jam (yes, including snacks). Jangan memotong kalori secara berlebihan, karena itu justru akan memperlambat metabolisme tubuh.

 

Berbahagia
Surely it’s important to take care of your mental health, too. Jangan lupa untuk stay connected dengan teman dan keluarga Anda lewat telepon atau video call. Meditasi dan breathwork juga bisa menjadi cara-cara untuk mengatasi mood yang naik turun. Find what makes you happy, and channel your energy into it.