A different way to enjoy his artworks.
Karya-karya Maestro Lukis Indonesia, Basoeki Abdullah, dibungkus dalam satu suguhan digital di Galeri Indonesia Kaya. Eksibisi dengan tajuk “Indonesia Dalam Sketsa: Basoeki Abdullah” ini menjadi tawaran menarik sebagai “perkenalan” bagi mereka yang belum cukup familiar dengan karya-karya orginalnya, maupun sebagai pembuka pengalaman estetis baru untuk mereka yang sudah lebih dahulu melihat karya seni sang seniman.
Pelukis kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, pada tahun 1915 ini dikenal dengan karya-karya potret tokoh ternama. Pada pameran digital yang berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, beberapa potret diri yang ditampilkan terasa lebih hidup dengan bagian wajah yang bergerak, seperti kedipan mata. Kurasi self-portrait pada pameran ini tampak dilandasi oleh keterhubungan subjek foto dengan sosok pelukisnya. Contohnya lukisan “DR. Ir. Soekarno” (1945) dan “R.A. Kartini” (1976). Sang presiden pernah mengangkat Basoeki Abdullah sebagai pelukis Istana Merdeka. Secara personal, ia telah mengenal Bung Karno sejak awal 1930’an saat masih tinggal di Bandung di rumah Sosrokartono yang adalah kakak Kartini.
Tak hanya potret diri, Basoeki Abdullah juga menangkap keindahan alam lewat lukisan-lukisan bergaya naturalisme. Interpretasi digital pada pameran di Galeri Indonesia memungkinkan objek-objek lukisan tersebut berperilaku layaknya kehidupan alam asli. Ikan-ikan tampak bergerak pada lukisan “Flora dan Fauna Kekayaan Langka” (1980-an). Permainan teknologi yang difasilitasi oleh Gondola Team ini mampu membawa efek keseruan kala diterapkan pada lukisan-lukisan Basoeki Abdullah yang menyorot pewayangan Nusantara, seperti terlihat pada lukisan “Bima Suci Berjuanglah Sampai Tercapai” (1984). Tampilan ukuran display yang besar pun menambah efek dramatis dari gambar-gambar di pameran ini.
Total terdapat 14 karya lukis kurasi Mikke Susanto – peneliti sosok dan lukisan Basoeki Abdullah sejak tahun 2004 – yang digubah menjadi format digital dalam pameran ini. Lukisan-lukisan tersebut merupakan koleksi dari berbagai sumber, antara lain Museum Basoeki Abdullah, Museum Kebangkitan Nasional, Istana Kepresidenan Jakarta, Istana Kepresidenan Bogor, maupun private collector. Tak hanya dapat menikmati visual experience, pada pameran ini Anda juga bisa mendapat wawasan mengenai sosok dan lukisan Basoeki Abdullah lewat sebuah display buku digital nan interaktif. Gerakan lengan Anda dari kiri ke kanan atau sebaliknya dan tampilan halaman buku akan berpindah.
Putri Basoeki Abdullah, Cecilia Sidhawati, mengapresiasi penyelenggaraan eksibisi. “Bagi kami, pameran digital ini merupakan sebuah bentuk penghormatan terhadap karya Basoeki Abdullah. Ini adalah pameran digital pertama yang menghadirkan karya-karya beliau, dan kami percaya bahwa melalui teknologi, sosok Basoeki Abdullah dan kecintaannya pada alam dan budaya Indonesia dapat dikenalkan dengan cara yang lebih menarik dan mudah diakses oleh generasi yang lebih muda,” ungkapnya. Pameran “Indonesia Dalam Sketsa: Basoeki Abdullah” dapat Anda nikmati hingga April 2025 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, secara gratis.
Sosok Basoeki Abdullah telah berkontribusi dalam mengharumkan nama Indonesia di panggung mancanegara. Ia memenangkan sayembara melukis Ratu Juliana pada tahun 1948 yang diselenggarakan dalam rangka selebrasi penobatan sang ratu. Sosok yang pada masa masa kolonialisme Jepang aktif dalam pusat kebudayaan Keimin Bunka Sidhosjo bersama Affandi dan Sudjojono tersebut juga mendapat berbagai permintaan resmi untuk melukis kepala-kepala negara.