Each with its own distinctive character.
Memiliki 30 brands yang mewujud pada lebih dari 9.700 properti di 143 negara, Marriott International merupakan pemain global industri hospitality dengan ragam tawaran staying experience. Di segmentasi Premium Collection, dua nama yang mungkin sudah familiar di telinga adalah Autograph Collection dan Tribute Portfolio. If you’re wondering what truly distinguishes the two, trust us — we wondered the same. So, we dug in.
Kedua lini tersebut merupakan kumpulan hotel-hotel independen dari segi kepemilikan atau ownership (bukan milik Marriott International). Lewat kesepakatan bisnis antara pemilik hotel dan Marriott International, properti-properti di bawah dua bendera itu tergabung dalam ekosistem Marriott International, termasuk perihal reward program Marriott Bonvoy. Lantas, apa yang membedakan Autograph Collection dan Tribute Portfolio?
Dari sisi historis, Autograph Collection lahir lebih awal pada tahun 2010, sementara Tribute Portfolio menyusul di 2015. Secara teoretis, sebagaimana dijelaskan oleh Marriott, Tribute Portfolio adalah properti dengan indie-spirit; this is the keyword. Narasi keterhubungan antara pengalaman inap tamu dengan desain hotel dan lokasi sekitar terbungkus dalam vibe dari indie travellers. Sementara itu, Autograph Collection menekankan kekayaan karakter dari tiap identitas properti yang termanifestasi pada desain bernarasi dalam juga personalised service tanpa terpaku pada standar tertentu.

Beberapa waktu lalu, The Editors Club menghadiri sebuah acara makan siang dalam rangka memperkenalkan tiga properti Autograph Collection yang ada di Indonesia. Ketiganya adalah Sari Pacific Jakarta, Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, dan Cicada Resort Bali Ubud. Selain tentunya memiliki identitas individual yang punya latar cerita masing-masing, ketiga properti itu pun hadir dengan signature Autograph Moment tersendiri.
Sari Pacific Jakarta datang dengan historical background di wilayah lifestyle. Berdiri sejak tahun 1976, hotel ini menjadi the first bagi beberapa hal. Sari Delicatessen merupakan kafe pertama yang mempopulerkan cake Black Forest. Sementara itu, robatayaki pertama di kota ini hadir di Furusato, yang kini berganti nama menjadi ORIJIN Japanese Dining. Dengan sentuhan identitas Betawi pada desainnya sekarang, Sari Pacific Jakarta juga menawarkan pengalaman kuliner internasional lain melalui Restoran Fiesta dan May Star Signature Restaurant.

Di Bali, terdapat dua properti Autograph Collection dan satu di antaranya adalah Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua. Dengan nama yang berasal dari “Amarta” (air) dan “Terra” (tanah), resor ini terinspirasi dari pesona perkampungan Bali yang autentik. Di dalamnya terdapat 42 vila dengan kolam renang pribadi, yang tersebar di antara kolam teratai yang tenang dan taman tropis yang rimbun. Signature Autograph Moment resor ini hadir sejak kedatangan melalui ritual pembersihan tradisional Bali menggunakan bunga, dupa, air suci, serta gelang Tri Datu yang melambangkan keseimbangan, perlindungan, dan pembaruan. Pengalaman terkurasi berlanjut ke Maja Restaurant dan indulgence tepi laut di Amarterra by The Bay, hingga perjalanan wellness holistik di Amarta Spa.
Properti Autograph Collection lain di Bali ialah Cicada Resort Bali Ubud. Resor ini merupakan sebuah sanctuary yang hadir di lanskap hijau Sebatu dan Tegallalang. Terinspirasi dari siklus hidup serangga cicada, resor ini menekankan pembaruan, keseimbangan, dan self-discovery. Dipandu oleh filosofi Bali Tri Hita Karana, program holistiknya merawat tubuh dan jiwa, mengubah momen sehari-hari menjadi pengalaman bermakna. Baik mencari rejuvenation, cultural enrichment, maupun koneksi mindful dengan alam, Cicada menjanjikan perjalanan personal bernapas kultural.

Disatukan oleh konsep thoughtful curation, meaningful design, dan connection to place, Autograph Collection di Indonesia mewujudnyatakan visi brand untuk menghadirkan cerita yang tak pernah sama. So, which story do you want to explore first?