Memo Paris and The Sensorial Wanderlust

Oktober lalu, Memo Paris membuka free standing store pertamanya di Asia, tepatnya di Plaza Senayan. Shall we learn about them further?

 

Fragrance house asal Paris ini didirikan oleh Clara Molloy dan suaminya John pada tahun 2007. Nama “Memo” memiliki makna “memori”. Pada inti wewangian-wewangian kreasi mereka adalah perjalanan ke tempat-tempat ajaib – ide yang kemudian diwujudkan dengan bahan-bahan yang berani dan sensasi yang emosional.

Memo memiliki empat koleksi wewangian dengan tema-tema yang unik. Yang pertama, Curis Nomades, menggabungkan wangi tas leather yang dibawa saat perjalanan beserta inspirasi destinasi yang dikunjungi. Contohnya, African Leather bertema safari dengan notes minyak cardamom, geranium, dan leather accord dan French Leather dengan wangi limau, mawar, dan suede accord. Kemudian, koleksi Les Échappées menangkap tempat-tempat eksotis dalam bentuk wewangian, seperti kebun-kebun Alhambra untuk Granada dan kuil Mesir kuno untuk Luxor Oud.

Salah satu parfum dari koleksi Graines Vagabondes mengambil inspirasinya dari sebuah tempat bersejarah di Indonesia. Minyak grapefruit, sesame absolute, dan white musk merangkai wewangian bertajuk Kedu – igniting feelings of passion and enchantment with its notes. And last but not least, koleksi Art Land yang mengambil imajinasi sebuah tempat yang seindah masterpiece dalam bentuk sensorial wonder.