Melihat Perjalanan Inovasi Audemars Piguet di Musée Atelier

Witnessing its expertise first-hand.

 

Audemars Piguet belum lama ini membuka pintu sebuah museum baru kepada publik. Musée Atelier Audemars Piguet yang berlokasi di Le Brassus, Swiss, hadir dalam bentuk unik serta menyatukan akar sejarah watch house tersebut dengan aspek-aspek modern nan inovatif. Di museum ini pengunjung dapat menyelami perjalanan Audemars Piguet, bahkan menyaksikan langsung proses pembuatannya.

Rupa spiral yang menyatu dengan kontur alam tempatnya berada menjadi salah satu daya tarik Musée Atelier Audemars Piguet. Otak arsitektural dari rancang bangun tersebut ialah Bjarke Ingels Group (BIG). Pada tahun 2014, cetak biru museum yang diajukan oleh architecture firm tersebut berhasil memenangkan kompetisi desain museum Audemars Piguet. Bangunan berbentuk spiral ini menggambarkan elemen spring yang terdapat pada movement jam tangan. Dari segi lingkungan, museum ini memenuhi persyaratan efisiensi energi yang ditetapkan oleh Swiss Minergie.

Dalam eksekusinya, proses pembangunan museum ini juga melibatkan firma arsitektur lokal CCHE. Sementara urusan scenography dipercayakan kepada Atelier Brückner yang menempatkan automata, instalasi-instalasi kinetik, dan mock-ups dari mechanical movement untuk menciptakan atmosfer lively atas dunia horologi di museum tersebut. Pengalaman pengunjung dalam mengeksplorasi ruang lengkung ini diisi suguhan kekayaan koleksi jam tangan kreasi Audemars Piguet dari masa ke masa. Puncaknya terdapat pada pusat spiral yang menampilkan jam tangan – jam tangan paling kompleks hasil ciptaan brand ini.

Juga terdapat pada museum ini adalah dua workshops tempat dirakitnya koleksi Haute Joaillerie dan Grandes Complications. Para pengunjung dapat melihat kerja para watchmakers di balik dinding kaca. Jejak historis utama Audemars Piguet itu sendiri berdiri tepat di sisi museum, yakni original workshop yang beroperasi sejak tahun 1875. Di tempat ini pula lah, museum lama Audemars Piguet berada mulai dari tahun 1992 hingga 2019. “The new space, together with the traditional workshop, make for the perfect meeting place where visitors can engage with us and our watchmakers, whilst learning about the brand and the history of watchmaking in the region,” ucap Sébastian Vivas, Heritage & Museum Director Audemars Piguet.

Tak hanya menjadi tempat bagi ditampilkannya kreasi-kreasi jam tangan, museum ini juga merupakan rumah dari Audemars Piguet Foundation yang telah berkontribusi pada konservasi hutan serta program-program awareness-raising untuk para pemuda. Selain itu, Musée Atelier Audemars Piguet pun menjadi ideal venue untuk eksibisi karya-karya seni buatan seniman kontemporer pilihan Audemars Piguet.