In Indonesia, the brand collaborates with Diela Maharanie.
Sudah 130 tahun The Balvenie konsisten meramu whisky – especially single malts – dengan pengaplikasian keahlian-keahlian untuk menghasilkan produk berkualitas. Mulai dari pemanfaatan barley yang ditumbuhkan sendiri, proses floor malting tradisional di tempatnya sendiri, segala tahap lain dalam pembuatan whisky secara handcrafted, hingga bekerja sama dengan ahli copper untuk membuat dan merawat alat penyulingannya. Above all Balvenie talks about pouring heart into what they do.
Sebagai wujud apresiasi dan perayaan akan nilai-nilai tersebut, The Balvenie kembali melanjutkan program The Makers Project. Melibatkan para insan kreatif di berbagai negara, program ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai bidang kreatif yang juga menekankan aspek proses, keahlian, serta passion dan kecintaan mendalam sebagai human element penting bagi suatu kreasi. Melalui hal ini, diharapkan masyarakat luas bisa menikmati ragam karya kreatif serta terinspirasi agar masing-masing pribadi menjadi maker yang total dan berdedikasi dalam kehidupannya.
Di Inggris negara asalnya, The Balvenie belum lama ini mengungkap kerjasamanya dengan seniman instalasi Walter & Zoniel dan seniman visual Tishk Barzanji yang tengah berproses dalam membuat karya; juga dengan metal artists Adich dan Joy BC yang juga sedang mencipatakan kreasi untuk The Makers Project. Sementara di Asia Tenggara, brand yang didirikan oleh William Grant pada tahun 1892 dan kini dimiliki perusahaan William Grant & Sons itu menggandeng 6 seniman lintas negara. Keenamnya adalah Adeline Tan (Singapore), Daryl Feril (Filipina), Fern Chua (Malaysia), Phannapast Taychamaythakool (Thailand), Vu atau Cabuetho (Vietnam), dan Diela Maharanie (Indonesia).

Untuk proyek bersama The Balvenie, Diela menyuguhkan gift set terbatas yang terinspirasi dari burung Cendrawasih, bunga Rafflesia, dan penari tradisional Nusantara. Gift set tersebut terdiri dari gelas whisky bahan keramik dan tatakan gelas serta tentunya produk The Balvenie itu sendiri yang tersedia dalam opsi The Balvenie 12 Year Old DoubleWood dan The Balvenie 14 Year Old Caribbean Cask. “Ilustrasi dengan warna-warna cerah dan pattern yang acak namun artistik merupakan ciri khas setiap karya saya. Ketika menggabungkan tiga elemen yang melekat kuat dengan Indonesia ke dalam karya ini, saya mengedepankan teknik dan keahlian seperti halnya para pengrajin dalam proses pembuatan The Balvenie,” ucap Diela tentang kreasinya pada The Makers Project.
The Makers Project tahun ini menjadi begitu spesial karena bertepatan dengan 60 tahun perjalanan Malt Master David C. Stewart dalam mengkreasikan ramuan-ramuan whisky The Balvenie. Sebagai bentuk selebrasi atas dedikasi malt master yang mendapat gelar MBE dari Queen Elizabeth II pada tahun 2016 itu, The Balvenie mempersembahkan The Balvenie Sixty berusia 60 tahun terhitung sejak sang master bergabung dengan brand tersebut. Expect an intense leather and oak aromas with well-balanced sweet floral aromas layered by rich taste toffee and oak. Pastinya suguhan istimewa ini memanfaatkan teknik wood finishing khas The Balvenie yang penyimpanannya menggunakan traditional wooden casks berbeda jenis dalam kurun waktu tertentu.