London Fashion Week Fall 2022: Roksanda, Rejina Pyo, Erdem

They chose freedom.

 

Di London Fashion Week kali ini, desainer Roksanda Ilincic menampilkan koleksi Fall 2022 yang merupakan hasil refleksinya terhadap perubahan cara hidup dan cara berpakaian akibat terjadinya pandemi. Jika sebelumnya ia dikenal sebagai perancang yang kerap menyuguhkan evening wear menawan, kini muncul berbagai item lain yang jarang dijumpai di koleksi-koleksi lalu. Contohnya seperti trousers dan jumpsuits. Pertimbangannya tentu saja perihal praktikalitas yang semakin dibutuhkan di kondisi sekarang ini. Akan tetapi, Roksanda tak terkukung pada keterbatasan situasi. Imajinasinya tetap bebas melambung dan menciptakan karya-karya bernuansa extravagant sebagaimana tampak pada dress bertumpuk motif geometris.

Anda mungkin tak akan mengira bahwa koleksi Fall 2022 rancangan Rejina Pyo di London Fashion Week mengambil referensi era 1920’an. Bagi desainer kelahiran Seoul tersebut, interpretasi yang terlalu literal cenderung akan menghasilkan kesan terlalu retro. Oleh karenanya, ia mengekstraksi inspirasi tersebut menjadi spirit mendasar akan kebebasan dan kemudian mengolah karya-karyanya dalam pendekatan lebih kontemporer. Easy-going menjadi pemaknaan kebebasan yang ia wujudkan pada rancangan-rancangannya. Baik untuk workwear siang hari maupun kebutuhan party malam hari, kreasi-kreasi Pyo dibuat dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan pemakai untuk bisa menikmati kebebasannya.

(Left to right: Roksanda, Rejina Pyo, Erdem)

Perspektif terhadap freedom yang lebih kultural dan subversif ditemukan pada koleksi Fall 2022 Karya Erdem. Rujukannya adalah sekelompok perempuan di Berlin pada tahun 1930’an. Yakni pelukis Jeanne Mammen dan Elfriede Lohse-Wachtler, penari Anita Berber dan Valeska Gert, Serta fotografer Madame d’Ora. Jauh sebelum istilah gender-fluid ramai diperbincangkan seperti saat ini, para seniman tersebut sudah melakukan cross-dressing dan membuka bar lesbian pertama di German di tengah situasi yang masih sangat konservatif. Hasilnya adalah olahan siluet dan desain nan daring, sensuous, serta meleburkan elemen maskulin dan feminin secara fluid.